Satu Peleton Pol PP Disiagakan Peleh Roni Muhtar ke Kantor Wali Kota Baubau

PUBLIKSATU, BAUBAU - Satu Peleton Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Baubau disiagakan setiap pagi di Palagimata. Aparat penegak Perda itu standby untuk peleh Roni Muhtar yang ingin ke kantor Wali Kota.
Kasat Pol PP Kota Baubau, LM Takdir mengungkapkan, pihaknya kini memindahkan lokasi apel pagi sebagian personel ke lapangan Palagimata. Kebijakan ini dilakukan pasca kedatangan Roni Muhtar yang mengklaim diri telah kembali menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Baubau di kantor Wali Kota, Senin (3/7) lalu.
"Kita belum tahu sampai kapan pengamanan ini. Tapi, yang jelas sampai pihak saudara mantan Sekda pak Roni Muhtar tidak lagi melanjutkan kehendaknya untuk masuk ke kantor Wali Kota Baubau," ujar Takdir dikonfirmasi di kantornya, Kamis (6/7).
Sejauh ini, kata dia, memang baru satu peleton atau sekira 30 personel yang disiagakan di Palagimata. Namun, jika eskalasi kegaduhan meninggi, maka personel lainnya juga akan diterjunkan untuk mengantisipasi kericuhan.
"Saya lihat mereka mantan Sekda pak Roni Muhtar dan pengacaranya (berusaha) masuk memaksakan kehendak, tetapi tidak anarkis. Katanya mereka akan datang setiap hari berdasarkan putusan sela PTUN. Sejauh ini, pak Roni Muhtar orangnya masih cukup persuasif," tutur Alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) tahun 1991 ini.
Pol PP, tegas dia, memiliki tugas menegakkan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 tahun 2018. Pun penghadangan dari personel itu dalam kapasitas menegakkan Keputusan Wali Kota Baubau Nomor: 101/I/2023 tentang pemberhentian Roni Muhtar sebagai Sekda.
"Kita tetap akan tolak sebelum ada SK (Surat Keputusan) tentang pembatalan dan SK pengangkatan Roni Muhtar sebagai Sekda. Kita tolak karena di dalam kantor Wali Kota itu sudah ada Penjabat Sekda. Kalau mereka tetap masuk, pasti akan terganggu pelayanan pemerintahan di sana. Masyarakat akan bingung di mana meminta pelayanan," terangnya.