Olahan Tuna Buton, Ingkita Rambah Pasar Nasional

PUBLIKSATU.BUTON-Produk kemasan, Ingkita olahan ikantuna, usaha kecil menengah (UKM) milik perkumpulan nelayan, Desa Sampoabalo, kecamatan SiontapinaKabupaten Buton, go pasar lokal dan nasional. Olahan ikan tuna ini merupakan wadah para wanita desa dalam mengembangkan potensi usaha UMKM.
Salah satu penggagas brand Ingkita, Hasida mengatakan, usaha tersebut berawal dari melimpahnya ikan tuna hingga menyulitkan hasil tangkap nelayan untuk dijual.
"Awalnya, harga ikan tuna murah, jadi kita coba olah biar bisa ada nilai ekonimisnya. Usaha ini, awalnya bermodal 20 ribu per angota," katanya, Jumat (2/6/2023), melalui telpon selulernya.
Diterangkan, seiring berjalan waktu, orderan semakin meningkat jadi olahan ikan tunanya diperbanyak. Tuturnya lagi, hasilnya penjualan dan keuntungan selalu dibagi bersama anggota. Keuntungan lainnya, disisipkan penambahan modal, dan pengembangan tempat produksi.
"Seiring berjalan waktu, orderan terus meningkat. Mau tidak mau kita perbanyak produksinya. Hasilnya keuntungan kita, dibagi ke anggota. Selain itu, disisipkan buat pengembangan modal dan tempat produksi," bebernya.
Diungkapkan, home indusry dimulai sejak 2021, hingga mendapatkan modal usaha, dari Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Pada 2022, pihaknya mendapatkan kembali bantuan rumah produksi dari pemerintah. "Saat ini, penjualan baru daerah lokal dan lintas provinsi saja," bebernya.
Dipaparkan, olahan ikan tuna berasal dari ikan pilihan. Mulai dari proses pengangkutan, penyimpanan, pencucian, pemotongan bahan baku, diolah secara higenis. Lalu, perebusan ikan, penghalusan, pengeringan, penimbangan hingga peracikan. "Hasil sortiran, proses jadinya dilakukan pengemasan label lalu dipasarkan," terangnya.