PDIP Fokus Memenangkan Partai dan Ganjar di Pilpres

PUBLIKSATU, JAKARTA- Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto enggan membicarakan kembali eks kader PDIP Budiman Sudjatmiko. Baginya, .
"Itu sudah dijelaskan oleh Pak Komarudin Watubun (Ketua Dewan Kehormatan PDIP), kami (sekarang) berbicara tentang ke depan bagaimana Pak Ganjar ini semakin bergerak cepat untuk kemajuan Indonesia raya. Kami tidak berbicara masa lalu," ujar Hasto di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/8).
"Kami berbicara bagaimana memenangkan Pak Ganjar Pranowo karena beliau sosok yang berprestasi, sosok dengan rekam jejak keluarga yang baik. Sosok yang memang dipersiapkan tidak hanya oleh PDI Perjuangan, tetapi juga oleh Presiden Jokowi," tegasnya.
Baca Juga: Megawati Pastikan Dukungan Hanura ke Ganjar
Sebagaimana diketahui, Budiman Sudjatmiko mendeklarasikan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam acara relawan Prabowo-Budiman (Prabu) Bersatu di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8). Padahal, PDIP telah mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres pada Pemilu 2024.
PDI Perjuangan akhirnya resmi memecat Budiman Sudjatmiko usai mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo. Petikan surat pemecatan itu sudah diterima Budiman, yang ditandatangani oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, pada Kamis (24/8) malam.
"Memutuskan, memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Sdr. Budiman Sudjatmiko, M.A. M.Phil dari keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," bunyi surat keputusan DPP PDIP tersebut.
Baca Juga: Pengamat Politik: Jokowi Efek Membantu Memenangkan Prabowo di Pilpres 2024
Merespons pemecatan itu, Budiman Sudjatmiko mengaku legawa. Ia enggan berkomentar banyak setelah menerima surat resmi dari PDIP.
“Tak ada komentar. Saya cuma mau bilang bahwa saya sudah menerima suratnya dan terima kasih untuk semuanya,” kata Budiman Sudjatmiko saat dikonfirmasi, Jumat (25/8).
Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu mengaku tidak masalah dipecat dari PDIP usai mendukung Prabowo. Menurutnya, ini hanya akhir dari satu episode perjalanannya untuk memulai babak baru karier politiknya.