Berita Terkini
Nasional

NU dan Muhammadiyah Masih Menjadi Daya Tarik untuk Digandeng jadi Cawapres

Oleh Djumaludin · Jumat, 1 September 2023 15:14 WIB · 2 menit baca
Bagikan
NU dan Muhammadiyah Masih Menjadi Daya Tarik untuk Digandeng jadi Cawapres
Ilustrasi: Pilpres 2024 ((Dok. JawaPos.com))

PUBLIKSATU, JAKARTA- Manuver peta politik pasangan bacapres-bacawapres terus bergulir. Belum ada satu pun kandidat capres yang menyatakan dengan resmi siapa pasangannya.

Publik terus membaca ke mana arah dan potensi pasangan yang maju di Pilpres 2024. Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo menilai, eskalasi politik terus bergeliat, terutama untuk posisi bacawapres. Sejauh ini dua nama disebut-sebut memiliki kans tinggi. Yakni, Erick Thohir dan Sandiaga Uno. Namun, keduanya belum dipastikan bersanding dengan bacapres mana.

Baca Juga: Tentang PKB Diisukan ke Anies, Golkar Anggap Diranah Politik Biasa Saja

"Desain awal pendamping Ganjar berasal dari kelompok religius. Karena Ganjar berasal dari kalangan nasionalis sehingga sosok yang tepat untuk mendampingi Ganjar adalah kelompok religus yang dekat dengan NU ataupun Muhammadiyah," ujar Ari Nurcahyo kepada wartawan, Kamis (31/8).

Ari menyebut, saat ini tokoh yang dekat dengan NU dan Muhammadiyah masih menjadi daya tarik untuk digandeng sebagai bacawapres. Jika melihat dari prespektif NU dan Muhammadiyah, dapat dikatakan Erick Thohir yang memenuhi kedua hal itu.

Selain menjabat menteri BUMN, Erick Thohir saat ini juga menjabat ketua umum PSSI. Erick dapat dikatakan dekat dengan NU, karena anggota Banser. Di sisi lain, Erick juga di-endorse oleh PAN sebagai bakal cawapres. "Ini bukti Erick dekat dengan NU dan Muhammadiyah," ujarnya.

Baca Juga: Pesawat Militer AS Jatuh saat Latihan di Australia, 3 Marinir Tewas dan 20 Personel Luka-luka

Sementara itu, Sandiaga Uno kini sudah menjadi kader PPP dan menjadi elite partai kakbah itu. Dengan masuknya Sandiaga Uno ke PPP artinya mem-branding diri sebagai kelompok religius, khususnya kelompok NU.

Namun, Ari mengingatkan, pada Pilpres 2019 Sandiaga Uno dilabelkan sebagai kelompok nasionalis karena berpasangan dengan Prabowo Subianto. Pilpres 2024, Sandiaga disinyalir tidak akan lagi bersanding dengan Prabowo karena sudah keluar dari Partai Gerindra dan bergabung ke PPP.

Berpasangan dengan Anies pun sepertinya sangat kecil. Sebab, selama pentas politik belakangan ini relatif tidak ada pertemuan khusus maupun narasi antara Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno.

Bagikan