Nasional

PAN Hormati Keputusan PKB Gabung Koalisi Perubahan dan Persatuan

Oleh Djumaludin · Jumat, 1 September 2023 15:59 WIB · 3 menit baca
Bagikan
PAN Hormati Keputusan PKB Gabung Koalisi Perubahan dan Persatuan
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin membuka rapat koordinasi nasional membahas Pemilu 2024 di DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (28/8/2023). ( (DERY RIDWANSAH/JawaPos.)

PUBLIKSATU, JAKARTA- Partai Amanat Nasional (PAN) menghormati keputusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dikabarkan bergabung dengan (KPP). Keputusan itu dinilai adalah tindakan terbaik yang memang harus diambil PKB.

Pasalnya, sejak Partai Golkar dan PAN mendukung Prabowo, ada kesan tidak nyaman di dalam PKB. Hal itu terlihat dari wacana dan pernyataan yang disampaikan pengurus PKB ke publik.

Baca Juga: Surya Paloh Akui Ngobrol Politik jelang Pemilu 2024 Saat Bertemu Presiden Jokowi

"Kita semua kan sama-sama sudah paham. PKB terkesan khawatir terhadap adanya kompetitor lain dalam penentuan cawapres Prabowo. Andaikata Cak Imin disepakati sebagai cawapres Prabowo, pastilah PKB akan tetap di Koalisi Indonesia Maju," kata Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Jumat (1/9).

Menurut Saleh, PKB terus bermanuver untuk menempatkan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapres. Itu terlihat jelas, dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan elite-elite PKB ke publik.

"Ini bukan soal masuknya Golkar dan PAN, bukan juga soal perubahan nama koalisi. Ini adalah manuver PKB untuk mencari tempat bagi Cak Imin sebagai cawapres. Di banyakan kesempatan, hal ini disampaikan para pengurus PKB secara terbuka," ucap Saleh.

Baca Juga: Per 1 September 2023, BBM Pertamina Nonsubsidi Naik Harga

Saleh mengungkapkan, Koalisi Indonesia Maju belum pernah secara khusus membicarakan cawapres untuk mendampingi Prabowo pada Pilpres 2024. Saat ini, Koalisi Indonesia Maju (KIM) masih pada tahap pengumuman nama koalisi dan penyusunan agenda bersama.

Terkait sosok cawapres, lanjut Saleh, akan ditentukan kemudian dengan pendekatan musyawarah mufakat. Semua partai koalisi dilibatkan secara adil dan setara.

"Di KIM, tidak ada yang ditinggalkan. Semua dilibatkan dan diajak bicara. Kalau ada yang merasa ditinggalkan, itu mungkin hanya cara untuk mencari jalan keluar yang halus. Kan tidak elok keluar tanpa ada alasan? Itu juga bagian dari politik," papar Saleh.

Saleh berujar, jika benar PKB akan bergabung dengan KPP, sebaiknya disampaikan secara terbuka. PKB sudah sepantasnya pamitan dengan semua partai Koalisi Indonesia Maju, sikap itu tentu akan sangat patriotik dan kesatria.

Baca Juga: Surya Paloh Temui Jokowi di Istana, Akui Ngobrol Politik jelang Pemilu 2024, Bahas Duet Anies-Cak Imin?

"Waktu bergabung dulu kan sangat baik. Bahkan, ada tanda tangan piagam kerja sama. Dan itu masih berlaku. Kalaupun mau keluar dan gabung ke yang lain, paling tidak partai-partai di KIM diberitahu secara resmi. Biar tidak ada tafsir yang salah dan tidak tepat," ujar Saleh.

Sebab sampai saat ini, PKB belum memberikan informasi secara resmi terkait isu Cak Imin jadi bakal cawapres Anies Baswedan. Informas itu masih hanya sebatas di pemberitaan media massa.

"Sampai sekarang informasinya masih diperoleh dari media. Itupun disampaikan oleh pengurus partai Demokrat. Apakah benar akan pindah atau masih tetap bersama, belum ada pemberitahuan dari PKB," pungkas Saleh.

Bagikan