Nove Punti Tantangan Napoli
Bagikan

PULIKSATU, JAKARTA - Keraguan Rudi Garcia mampu melanjutkan kesuksesan SSC Napoli ketika meraih scudetto Serie A bersama Luciano Spalletti musim lalu belum sirna. Meski, bersama Garcia musim ini, Napoli sempurna dalam dua giornata awal Serie A.
Partenopei –sebutan Napoli– mengalahkan Frosinone Calcio 3-1 (20/8) yang berlanjut saat menghantam US Sassuolo 2-0 pekan lalu (28/8). Napoli bersanding dengan AC Milan, Inter Milan, dan Hellas Verona sebagai klub yang menyapu bersih 6 poin awal.
Tantangan berikutnya bagi Napoli adalah nove punti alias 9 poin. Dalam sedekade terakhir, hanya Juventus sebagai klub peraih scudetto yang bisa mendulang poin sempurna dalam tiga giornata awal.
Baca Juga: Eintracht Frankfurt Digadang-gadang Kembali Juara di Liga Klub Eropa Musim 2023/2024
Tantangan yang tidak mudah karena Napoli ditantang skuad asuhan mantan allenatore Napoli Maurizio Sarri, SS Lazio. Laga dimainkan di Stadio Diego Armando Maradona, Naples, dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 1/Vidio pukul 01.45 WIB).
”Enam poin dari target enam poin itu bagus. Namun, tantangan selalu datang dengan Anda harus bisa mendapatkan 9 poin. Akan lebih bagus jika Anda bisa memenangi tiga laga berturut-turut sehingga menempatkan tim di posisi yang bagus pada awal musim,’’ beber Garcia dalam pre-match press conference di Castel Volturno –sebutan kamp latihan Napoli– tadi malam (1/9) seperti dilansir di laman resmi klub.
Garcia bermodal skuad warisan Spalletti yang diangkat sebagai allenatore timnas Italia per 18 Agustus lalu. Demikian pula formasi yang dipakai Napoli. Pelatih 59 tahun berkebangsaan Prancis itu mempertahankan skema main 4-3-3 dari Spalletti. Meski begitu, Garcia merasa Giovanni Di Lorenzo dkk belum berada dalam level terbaik.
”Untuk saat ini, kami belum siap 100 persen. Hanya, perkembangan kami sudah tepat, sudah berada di jalur yang benar,’’ sambung mantan allenatore AS Roma dan Al Nassr FC tersebut.
Sebagai pelatih yang pernah merasakan Derby della Capitale atau derbi Roma (2013–2016), Garcia familier melawan Lazio. Kabar bagusnya, Biancoceleste –julukan Lazio– sedang limbung pada awal musim ini.
Sarri masih nirpoin dari dua giornata pertama alias selalu berakhir kalah. Kekalahan pun bukan dari klub papan atas alias dipecundangi US Lecce 1-2 (22/8) dan dipermalukan Genoa CFC 0-1 di Stadio Olimpico, Roma (29/8). ”Di laga ini mereka (Lazio) akan mati-matian mendapatkan poin. Mereka pasti bermain lebih tertutup dan akan menambah kesulitan bagi kami,’’ tutur Garcia.
Bagi Sarri, seandainya Lazio kembali gagal menang dini hari nanti, itu akan mengulang capaian buruk pelatih berjuluk Mister 33 itu pada musim 2014–2015 bersama Empoli FC. ”Ini (melawan Napoli, Red) akan jadi laga yang berbeda,’’ klaim mantan tactician Chelsea dan Juventus tersebut seperti dikutip laman Reuters. (jpg)