Berita Terkini
Nasional

Prof Nunuk: Indonesi Kekurangan 1,3 Juta Guru di Tahun 2024

Oleh Haeruddin · Sabtu, 2 September 2023 23:30 WIB · 2 menit baca
Prof Nunuk: Indonesi Kekurangan 1,3 Juta Guru di Tahun 2024
Dirjen GTK Kemendikbudristek Nunuk Suryani (IST)

PUBLIKSATU, JAKARTA – Peluang untuk menjadi tenaga pengajar atau guru bai PNS atau guru PPPK di tahun 2024 terbuka lebar. Mengingat banyaknya guru yang pensiun dan akan pensiun.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek Prof. Nunuk Suryani menyebut Indonesia kekurangan sebanyak 1,3 juta guru pada 2024, seiring dengan banyaknya guru yang pensiun.

Baca Juga: Skripsi Tak Lagi Wajib Sebagai Syarat Lulus Kuliah, Mahasiswa Tetap Harus Miliki Kemampuan Menulis

“Indonesia akan mengalami kekurangan 1,3 juta guru pada 2024, karena banyaknya guru yang pensiun,” kata Prof Nunuk Suryani dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/9).

Perempuan kelahiran Karanganyar pada 8 November 1966 itu menyebutkan sepanjang 2022-2023, Indonesia memiliki sebanyak 3,3 juta guru di sekolah negeri.

Namun, dari jumlah tersebut akan banyak yang pensiun. Rata-rata jumlah guru di sekolah negeri yang pensiun mencapai 70.000 guru per tahun.

Sementara itu, lanjutnya, saat ini profesi menjadi seorang guru kurang digemari oleh generasi muda, sehingga berpotensi menyebabkan Indonesia darurat kekurangan guru.

Meski demikian, dalam podcast Unlocking Potential Tanoto Foundation, Nunuk menegaskan pemerintah telah menempuh sejumlah strategi sejak 2021 agar Indonesia tidak darurat kekurangan guru.

Pemerintah melalui Kemendikbudristek terus melakukan langkah akseleratif untuk bisa mengisi kekurangan guru.

Pada 2021 dan 2022, jumlah guru baru yang berhasil direkrut mencapai 544 ribu orang.

Yang dimaksud Prof Nunuk tentunya jumlah PPPK guru hasil seleksi 2021 dan 2022.

Selanjutnya, pada tahun ini, jumlah PPPK guru yang direkrut ditargetkan bisa mencapai 600 ribu.

Namun, pemerintah daerah di seluruh Indonesia baru mengusulkan penambahan jumlah guru PPPK sebanyak 300 ribu.