KTT ASEAN 2023, 11 Pilar Ekonomi Indonesia Ditargetkan Rampung
Bagikan

PUBLIKSATU, JAKARTA - Keketuaan Indonesia pada ASEAN tahun 2023 akan sampai pada puncaknya dalam beberapa hari lagi. Dalam KTT ASEAN 2023 ini, ditargetkan 11 dari 16 pilar ekonomi atau Priority Economic Deliverables (PED) bisa rampung dibahas.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan adapun sisanya sebanyak 5 PED ditargetkan bisa selesai dibahas pada Kuartal IV tahun ini.
Baca Juga: KTT ke-43 ASEAN 2023 Siap Digelar, Persiapan Sudah Capai 99 Persen
"Dari 16 prioritas ekonomi ini, rencananya akan ada 11 PED yang selesai di KTT nanti, 5 PED lain akan segera diselesaikan di kuartal 4 di tahun 2023. Sehingga diharapkan per tahun ini 16 PED bisa diselesaikan bersama-sama,” jelas Susiwijono Moegiarso dalam keterangan resmi, Minggu (3/9).
Dia mengatakan, kesebelas pilar ekonomi tersebut akan dibahas dan disampaikan dalam pertemuan tingkat Menteri yakni The 23rd ASEAN Economic Community Council (AECC) Meeting pada siang hari ini. Perlu diketahui bahwa pertemuan The 23rd ASEAN Economic Community Council (AECC) akan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku chair yang membawahi pilar-pilar ekonomi.
Perlu diketahui bahwa dalam pilar ekonomi terdapat 3 Strategic Thrust yakni Recovery Rebuilding, Digital Economy, dan Sustainability yang terdapat 16 Priority Economic Deliverables (PED) didalamnya.
Pada Strategic Thrust yang pertama yakni Recovery Rebuilding, terdapat 6 PED yakni Pertama, ASEAN Services Facilitation Framework (ASFF); Kedua mendorong pemulihan, menjamin stabilitas, ketahanan ekonomi dan keuangan; Ketiga Deklarasi para pemimpin ASEAN tentang penguatan ketahanan pangan dan gizi sebagai respons terhadap krisis.
Lalu, keempat Penandatanganan The 2nd Protocol to Amend the Agreement Establishing the ASEAN–Australia–New Zealand Free Trade Area (AANZFTA); Kelima Pembentukan Unit pendukung RCEP di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Indonesia; dan Keenam ASEAN Framework on Industrial Project-Based Initiative. Pada Strategic Thrust Recovery Rebuilding, ke-enam PED nya telah completed.
Kemudian pada Strategic Thrust yang kedua yakni Digital Economy, terdapat 5 PED yakni Pertama Implementasi Penuh Electronic Certificate of Origin (e-Form D) through the ASEAN Single Window; Kedua meningkatkan konektivitas pembayaran, mendorong literasi dan inklusi keuangan digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif, dan memperkuat ketahanan di sektor Keuangan;
Ketiga Leaders’ Statement to Develop the ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA); Keempat Regulatory Pilot Space (RPS) untuk memfasilitasi aliran data digital lintas batas untuk memungkinkan mobil self-driving di ASEAN; dan Kelima ASEAN Framework on Logistics for Digital Economy Supply Chain for Rural Area (Last-Mile Delivery). Pada Strategic Thrust Digital Economy, terdapat 2 PED yang telah completed, sedangkan 3 diantaranya on-going.
Sementara itu dalam pada Strategic Thrust yang ketiga yakni Sustainability, terdapat 5 PED yakni Pertama Peta Jalan Harmonisasi Standar ASEAN untuk mendukung implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs); Kedua pengembangan ekosistem kendaraan listrik,
Ketiga pengembangan ASEAN Blue Economy Framework; Keempat mempromosikan pembiayaan transisi untuk mendukung keuangan berkelanjutan dan ekonomi hijau; dan Kelima Deklarasi Sustainable Energy Security through Interconnectivity. Pada Strategic Thrust Sustainability, terdapat 3 PED yang telah completed, sedangkan 2 diantaranya on-going. (*)