Berita Terkini
Nasional

Yusril: Saya Disarankan jadi Cawapres, Kalau iya Alhamdulillah, kalau tidak Alhamdulillah juga

Oleh Djumaludin · Minggu, 10 September 2023 13:36 WIB · 2 menit baca
Yusril: Saya Disarankan jadi Cawapres, Kalau iya Alhamdulillah, kalau tidak Alhamdulillah juga
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra bersama Prabowo Subianto pada acara Konsolidasi Zona III Pemenangan Pileg PBB dan Pemenangan Prabowo Subianto di Kota Padang, Sabtu (9/9). ((DPP PBB))

PUBLIKSATU, PADANG–Partai Bulan Bintang (PBB) gencar menyodorkan nama ketua umumnya Yusril Ihza Mahendra sebagai kandidat calon wakil presiden (cawapres) Tapi PBB tidak akan memaksakan hal tersebut.

Yusril menegaskan, PBB tetap bersama koalisi pendukung Prabowo meskipun dirinya tidak dipilih sebagai cawapres.

”Oleh para kader PBB, saya disarankan jadi cawapres. Kalau iya Alhamdulillah, kalau tidak, Alhamdulillah juga. PBB tak akan neko-neko, kita akan istiqomah berada di jalan lurus bersama Pak Prabowo,” kata Yusril, saat pidato pada acara Konsolidasi Zona III Pemenangan Pileg PBB dan Pemenangan Prabowo Subianto di Hotel Pangeran, Kota Padang, Sabtu (9/9).

Baca Juga: Megawati akan Bertemu SBY, Sekjen PDIP Tangkap Sinyal Positif dari Pertemuan Puan dan AHY

Yusril menyebut, saat ini Prabowo sudah punya gerbong koalisi, yakni Koalisi Indonesia Maju. Selain PBB dan Partai Gerindra, juga ada Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, dan Partai Gelora.

Yusril merefleksi sebelum PBB bergabung, Prabowo sudah didukung Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa. Setelah itu PBB masuk. PBB kemudian mengajak PAN dan Golkar ikut bergabung. Sayangnya, kata dia, setelah Golkar dan PAN bergabung, PKB justru keluar.

”Tapi Pak Prabowo, bisik-bisik mengatakan kalau PKB akan masuk lagi,” ujar Yusril.

Mantan Menteri Kehakiman dan HAM itu menambahkan, PBB adalah partai Islam modernis. Pemikiran Islam modernis sangat mudah ditebak.

”Gampang ditebak pemikirannya. Lurus to the point. Kami memutuskan mendukung Prabowo. Insya Allah PBB konsisten dukung Prabowo. Kami teman koalisi yang setia dan percaya. Tidak berbelit-beli dan tidak akan lari,” tegas Yusri.

Baca Juga: Mamah Dedeh Era 70-an Memiliki Paras Cantik dan Bintang Kampus

Yusril juga meminta seluruh kader PBB satu suara di Pilpres 2024. Bahkan, dia bakal memberikan sanksi jika ada kader yang punya pilihan berbeda saat pemilu nanti.

”PBB tegas menyatakan telah mengambil keputusan mendukung Pak Prabowo dan jangan ada satu pun yang berbeda pendapat dengan keputusan DPP PBB. Saya sudah tegaskan, kalau ada yang mbalelo, beri peringatan keras dan pecat. Kami tidak ingin PBB terpecah belah. Kami tetap satu barisan, satu komando, satu tujuan,” ucap Yusril.

Yusril meyakini sosok Prabowo mampu kembali mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia agar tak tertinggal oleh bangsa-bangsa lain.

Di awal kemerdekaan Indonesia, kata Yusril, terdapat dua partai yang mendominasi pada saat itu. Yakni Partai Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia.

”Saya dan Pak Prabowo sudah kenal satu sama lain, anak ideologis dari Muhammad Natsir,” kata Yusril.