Platform independen Bijak Memilih, Sangat Membantu Utamanya Pemilih Pemula
Bagikan

PUBLIKSATU, JAKARTA– Akses bagi para pemilih untuk mengenali peserta pemilu kini kian banyak dan beragam. Kemarin (11/9) salah satu organisasi pemuda meluncurkan fitur baru untuk mengenal partai politik (parpol). Platform independen itu menyuguhkan ringkasan ideologi, profil tokoh-tokoh kunci, serta rekam jejak setiap parpol. Publik bisa mengakses bijakmemilih.id.
Menurut CEO Think Policy dan Co-inisiator Bijak Memilih Andhyta Firselly Utami, melalui akses tersebut, pemilih diharapkan bisa mengenal lebih jauh tentang parpol peserta Pemilu 2024. Khususnya generasi muda. "Dengan mengenal lebih dalam rekam jejak partai, kami percaya bahwa orang muda yang membentuk 55 persen total pemilih pada 2024 akan bisa terbantu menjadi lebih berdaya," ujar Andhyta saat peluncuran kemarin.
Baca Juga: Rakor Perdana KPU Busel Bersama Adhoc di Waburi Park Beri Dampak Positif
Dalam membangun fitur rekam jejak parpol itu, lanjut Andhyta, pihaknya melakukan beberapa pendekatan dan metodologi khusus. Tujuannya, memastikan deskripsi yang netral dan objektif mengenai parpol-parpol bersangkutan. Pihaknya juga berkolaborasi dengan pihak lain seperti Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam mengelola data. Harapannya, informasi bisa lebih kredibel.
Tak hanya parpol, ke depan juga akan disampaikan latar belakang para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di platform itu. "Tapi, kami menunggu calon pasti dulu," terangnya.
Peneliti Indikator Politik Indonesia (IPI) Bawono Kumoro menambahkan, informasi rekam jejak parpol merupakan hal penting untuk dijadikan pertimbangan para pemilih. Sebab, dalam kondisi elektoral sekarang, sosok tokoh atau figur masih menjadi hal yang dikedepankan daripada institusi partai. "Karena itu, adanya informasi rekam jejak partai itu memberikan manfaat bagi para pemilih," ujarnya.
Baca Juga: Eks Kepala Bea Cukai Jogjakarta Eko Darmanto Dicekal ke Luar Negeri
Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Antarlembaga KPU RI Dohardo Pakpahan menuturkan, pihaknya mengapresiasi terobosan tersebut. Dengan platform yang mengulik background parpol, pemilih diharapkan bisa lebih rasional dan objektif. "Dapat membantu pemilih terhindar dari diskusi politik identitas serta semakin bijak dalam menentukan pilihannya," ungkap Dohardo yang datang mewakili komisioner KPU. (far/c7/hud)