Kapolri Tekankan Polwan Harus Mengambil Peran Penting Mewujudkan Pesta Demokrasi Aman

PUBLIKSATU, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan syukuran hari jadi ke-75 Polisi Wanita (Polwan) RI di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/9). Dalam hari jadinya, tema yang diusung adalah: Polri Presisi untuk Negeri, Polwan Siap Mendukung Pemilu Damai Menuju Indonesia Maju.
Sigit menekankan, Polwan saat ini harus mengambil peran penting dalam mewujudkan pesta demokrasi yang aman dan lancar. Itulah kenapa, dia menyebut tema yang digunakan untuk hari jadi tahun ini sudah tepat.
"Ini yang menjadi tantangan kita untuk bersama-sama, dengan seluruh kekuatan yang kita miliki, mewujudkan dan menyongsong Pemilu damai yang menjadi harapan bagi seluruh masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Nasdem dan PKB Sepakat Bentuk Timnas Pemenangan Anies Cak Imin
Menurut Sigit, pemilu nanti menjadi penentu. Apakah Indonesia akan menjadi bangsa yang jalan di tempat, atau akan take off. "Melompat menuju masa depan bangsa yang lebih baik," imbuh Sigit.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dari pengalaman Pemilu yang ada, perbedaan pendapat, pandangan, hingga pilihan itu adalah hal yang pasti terjadi. Namun, yang paling penting dari semua itu adalah, seluruh personel kepolisian harus mampu menjaga serta mempertahankan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.
Sigit mengungkapkan, Polri telah melaksanakan Cooling System terkait dengan pengamanan Pemilu serentak tahun 2024 mendatang. Dalam hal ini, Sigit menekankan, dibutuhkan peran dari Polwan dalam kegiatan tersebut guna menciptakan situasi yang aman dan damai dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.
"Kegiatan cooling system sudah dibentuk dan saya kira di sinilah nanti peran dari rekan-rekan Polwan dengan karakter rekan-rekan yang memiliki kekhususan ini akan sangat cocok. Dan tentunya ini bisa mendorong upaya cooling system kita bisa berjalan dengan lebih baik." ujar Sigit.
Baca Juga: Hasto Sebut Ridwan Kamil Statusnya Masih Sebatas Bakal Cawapres
Dengan adanya peran Polwan sebagai cooling system dalam Pemilu, diyakini dapat menghindari adanya perpecahan di tatanan masyarakat. Menurut Sigit tidak adanya perpecahan sangat penting karena mendukung visi menuju Indonesia Emas 2045. Namun sebaliknya, bila terjadi hal yang mengganggu kamtibmas maka akan sulit mewujudkan visi tersebut.
"Kalau ada perpecahan besar, maka akan berdampak pada kemunduran, dan ini juga tentunya tidak hanya pendek. Namun kemudian akan menjadi panjang karena berbagai permasalahan baru muncul, bonus demografi yang kita harapkan untuk bisa kita manfaatkan. Sehingga ini betul-betul bisa mendorong Indonesia keluar dari middle income trap, harapannya seperti itu. Namun ini juga bisa menjadi bencana demografi kalau kita tidak siap," ucap Sigit.
Di sisi lain, Sigit menegaskan Polwan juga harus mengambil peran besar dalam rangka terus meningkatkan serta mempertahankan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Dengan mempertahankan tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap Polri, maka hal itu dapat menjawab segala bentuk tantangan yang akan dihadapi setiap personel kepolisian.
"Sehingga mau tidak mau, kita harus terus meningkatkan, baik secara organisasi maupun pengakuan publik terhadap personal rekan-rekan, ini menjadi penting," ucap Sigit.
Sigit mengatakan, Polwan menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadapi segala tantangan yang terjadi di masyarakat. Bahkan, kata Sigit, senyum Polwan dapat menyelesaikan situasi sebelum permasalahan itu terjadi.