Nasional

Produksi Besar 2023 Sruplus, HKTI-KTNA Minta Masyarakat Tak Khawatir

Oleh Haeruddin · Kamis, 14 September 2023 23:06 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Produksi Besar 2023 Sruplus, HKTI-KTNA Minta Masyarakat Tak Khawatir
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mendampingi Presiden Jokowi meninjau persediaan dan membagikan beras di Gudang Bulog Sunter Timur II Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta, hari ini. (Istimewa)

JAKARTA - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Kontak Tani Nelayan Indonesia (KTNA) meminta masyarakat untuk tak khawatir terkait ketersediaan beras pada 2023 ini.

Pasalnya, meskipun dihadapkan kemarau panjang (el nino), produksi beras dalam negeri diprediksi surplus karena pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pengawalan produksi dengan strategi khusus penangaan el nino.

Ketua DPD HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmadja mengaku optimistis dan tidak khawatir dengan ketersediaan beras saat ini.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 2.000

Sebab, menurut Entang, berdasarkan data yang dikeluarkan BPS pada Januari-Oktober 2023 angka produksinya mencapai 27,88 juta ton.

"Produksi sebesar itu kemungkinan akan bertambah menjadi 30,642 juta ton apabila dihitung dengan perkiraan produksi November dan Desember 2023 mendatang," kata Entang, Kamis (14/9).

Dia menjelaskan dengan angka sebanyak itu kebutuhan beras dalam negeri tidak ada masalah meskipun Indonesia tengah dilanda kekeringan el nino.

Toh, surplus yang dihasilkan Januari Oktober juga cukup besar, yaitu 2,43 juta ton.

"Jadi, saya tidak khawatir karena produksi saat ini mencukupi kebutuhan dalam negeri. Apalagi kita melihat masih ada surplus di tengah musim kering el nono," ujarnya.

Diketahui, cadangan beras bulog per 1 September 2023 di 26 Provinsi Indonesa mencapai 1,5 juta ton.

Adapun proporsi stok beras menurut hasil survei cadangan beras nasional 2022 juga dalam kondisi aman.

Pada akhir Juni 2022 Bulog memiliki stok 11,40 persen, horeka dan industri 2,84 persen, pedagang 10,67 persen dan rumah tangga 67,94 persen.

Sementara itu, dalam menghadapi el nino pemerintah melalui Kementan tengah melakukan gerakan nasional penanganan dampak di 10 provinsi dengan total area tanam 500 hektare.

6 Provinsi di antaranya adalah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. 4 Provinsi sisanya ada di Lampung, Banten Kalimantan, dan NTB.

Entang mengatakan, upaya penanganan el nino yang dilakukan jajaran Kementan patut diapresiasi karena hasilnya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Bagikan