Nasional

Keluarga Besar Muhammadiyah Diharapkan Jaga dan Wujudkan Pemilu Damai pada 2024

Oleh Djumaludin, Publik Satu · Kamis, 21 September 2023 18:52 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Keluarga Besar Muhammadiyah Diharapkan Jaga dan Wujudkan Pemilu Damai pada 2024
Presiden Jokowi pada Apel Akbar Pasukan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), di Stadion Manahan Solo, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (20/9). (Setpres)

PUBLIKSATU, SURAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak keluarga besar Muhammadiyah untuk bersama pemerintah mewujudkan pemilihan umum (pemilu) yang damai pada 2024 mendatang. Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi pada Apel Akbar Pasukan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), di Stadion Manahan Solo, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (20/9).

“Saya mengharapkan dukungan keluarga besar Muhammadiyah untuk menjaga pemilu yang damai dan menjaga keberlanjutan pembangunan untuk Indonesia Maju yang kita cita-citakan,” ujar Jokowi.

Baca Juga: Takluk dari Jepang, Afghanistan Penentu Tim Voli Indonesia Lolos Fase Grup

Presiden Jokowi meyakini, bangsa Indonesia telah dewasa dalam berdemokrasi dan siap menyongsong Pemilu 2024. Namun, Jokowi tidak memungkiri adanya potensi ketegangan dalam agenda besar tersebut.

“Potensi risiko akan tetap ada, potensi ketegangan juga akan tetap ada, dan di sinilah peran dan kontribusi organisasi sukarelawan, organisasi pemuda, seperti KOKAM Muhammadiyah sangat diperlukan,” ucapnya.

Jokowi mengatakan, perbedaan pilihan, adu argumentasi, serta menang dan kalah adalah hal yang wajar dalam sebuah pesta demokrasi. Namun, hal itu tidak boleh mengurangi semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Masyarakat tidak boleh terbelah karena pemilu. Kedamaian juga tidak boleh koyak karena pemilu. Dan, lompatan bangsa ini menuju kemajuan juga tidak boleh terhalang hanya karena perebutan kekuasaan,” tegasnya.

Baca Juga: Bayern Tumbangkan MU 4-3, Lihat Hasil Lengkap Matchday 1 Liga Champions

Lebih lanjut, Jokowi menekankan bahwa di tengah tantangan-tantangan yang tidak mudah ke depan, bangsa Indonesia juga memiliki peluang untuk melompat menjadi negara maju. Hal tersebut, kata Presiden, membutuhkan pemimpin yang konsisten, berani mengambil risiko, mempersatukan, melayani rakyat, serta mampu bekerja secara makro dan mikro.

“Asalkan ada konsistensi dan keberlanjutan dari apa yang sudah berjalan, dari apa yang sudah kita lakukan. Jangan sampai saat ganti pemimpin, ganti visi, ganti orientasi, sehingga kita harus mulai semuanya dari awal lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi aktif Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan bangsa serta membantu masyarakat.

“Budaya saling membantu, saling peduli adalah nilai luhur anugerah Allah Swt., yang memampukan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan dan bisa diselesaikan dengan baik. Sehingga alhamdulillah, Indonesia termasuk satu dari sedikit negara yang mampu bertahan ekonominya dan bahkan bertumbuh di tengah beratnya tantangan-tantangan yang dihadapi dunia,” pungkasnya.

Bagikan