Tuk Mengukur Kekuatan Bacapres di KTI, Unhas Gelar Dialog Kebangsaan

PUBLIKSATU, MAKASSAR-- Tiga bakal calon presiden (bacapres) bakal diuji gagasannya. Mereka akan dihadirkan dalam diskusi kebangsaan.
Sesi pertama, Dewan Profesor Unhas akan menghadirkan Anies Rasyid Baswedan. Selain Anies, bakal calon pemimpin bangsa lainnya, seperti Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo juga diundang.
"Mereka diundang untuk menyampaikan gagasannya terkait problematika kebangsaan saat ini," ujar Ketua Dewan Profesor Unhas Prof Andi Pangerang Moenta, kemarin.
Dia mengemukakan, kegiatan ini sifatnya dialog yang bernuansa akademik. Kegiatan ini hanya akan dihadiri oleh civitas akademika Universitas Hasanuddin dan undangan.
Baca Juga: Sudah 5 Kali Dipanggil Jokowi, Andi Amran Sulaiman Berpeluang Jadi Menteri
"Civitas akademika Unhas ini juga akan kami batasi dengan kuota dari masing-masing fakultas. Dapat juga disaksikan melalui YouTube," jelas Andi Pangerang.
Menurutnya, diskusi kebangsaan ini untuk mendiskusikan gagasan ke-Indonesiaan para calon pemimpin bangsa. Kegiatan ini juga sebagai wujud kontribusi dan peran nyata Unhas dalam melahirkan pemimpin bangsa yang berwawasan luas.
Anies akan hadir di Unhas pada Minggu, 24 September mendatang. Lokasinya digelar di Baruga AP Pettarani.
"Kami telah berkomunikasi dengan tim Anies dan menyatakan siap hadir di Kampus Unhas," ujar Direktur Kemahasiswa dan Pengembangan Karier Abdullah Sanusi.
Baca Juga: Larangan dan Sanksi Bagi Prajurit TNI Selama Pemilu
Pengamat politik Andi Lukman Irwan mengatakan masifnya kandidat capres datang ke Sulsel tentu tidak kebetulan. Semua sudah dirancang karena ada yang menjanjikan di Sulsel.
Kata dia, Sulsel menjadi cerminan geo politik kawasan timur Indonesia (KTI). Sehingga, tujuan para kandidat datang ke Sulsel tidak lain untuk mengukur kekuatan basis mereka di KTI.
"Kalau kita melihat geo politik nasional, Sulsel ini menjadi wilayah terdepan KTI. Secara basis kapital dan isu-isu politik, fenomena yang terjadi di Sulsel maka itulah isu KTI," ujarnya, Rabu, 20 September.
Lebih lanjut dia mengatakan, jika Sulsel sudah menjadi basis kandidat, maka hampir dipastikan KTI terakomodasi. Sehingga, wajar jika para kandidat capres banyak menggarap Sulsel.
"Inilah yang menjadi perhatian elektoral kandidat, sehingga Sulsel dianggap sebagai wilayah yang paling bisa direbut secara elektoral,” lanjutnya.