Berita Terkini
Nasional

Prabowo Tak Mungkin Jadi Cawapres, Demikian Ganjar

Oleh Djumaludin, Publik Satu · Sabtu, 23 September 2023 17:23 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Prabowo Tak Mungkin Jadi Cawapres, Demikian Ganjar
Bacapres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo berkunjung ke Graha Pena 98, Jakarta, Kamis (21/9/2023). (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

PUBLIKSATU, JAKARTA– Kubu pengusung Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto saling "berbalas pantun” menyusul munculnya wacana duet keduanya dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun depan. Intinya, kedua kubu masih sama-sama bersikeras jagoan masing-masing tetap dalam posisi sebagai bakal calon presiden (bacapres).

Sekretaris Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Ganjar Pranowo, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, menegaskan bahwa pihaknya memberikan ruang seluas-luasnya kepada Prabowo untuk bergabung dengan PDIP. Dengan syarat, dia bersedia menjadi cawapres.

Baca Juga: Mantan Presiden Francois Bozize Dijatuhi Hukuman Penjara dan Kerja Paksa Seumur Hidup

Deddy menambahkan, pada intinya PDIP menghargai niat baik dan tawaran Gerindra. Namun, dia menyebut tawaran Ganjar menjadi cawapres Prabowo adalah hal yang mustahil. "Sama mustahilnya berpikir bahwa Pak Prabowo akan bersedia menjadi cawapres (Ganjar)," imbuh anggota DPR Fraksi PDIP tersebut.

Di sisi lain, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, wacana bergabungnya PDI Perjuangan (PDIP) dengan Gerindra akan menguatkan dukungan KIM. Namun, dia menegaskan sudah tidak ada lagi pembahasan capres karena Gerindra telah memutuskan Prabowo sebagai capres untuk Pilpres 2024.

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta, Kamis (21/9/2023). (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

”Kami di internal (Gerindra) sudah selesai melalui forum kami. (Gerindra) sudah memutuskan Pak Prabowo sebagai capres Gerindra,” kata Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Baca Juga: Rekam Jejaknya di NU jadi Poin Plus Erick Thohir bagi Nahdliyin

Wacana menduetkan Prabowo dan Ganjar muncul bersamaan dengan mengemukanya isu dua poros pasangan calon (paslon) dalam Pilpres 2024. Riza mengatakan, selama belum diputuskan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemikiran mengenai dua poros dan menduetkan Prabowo-Ganjar sah-sah saja.

Saat ini KIM yang mengusung Prabowo sebagai capres mendapat dukungan dari delapan partai politik di luar Gerindra: Partai Amanat Nasional (PAN), Golkar, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Garuda, Partai Prima, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, dan Partai Demokrat. Adapun Ganjar diusung PDIP dengan didukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo, dan Partai Hanura.

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta, Kamis (21/9/2023). (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

Satu bacapres lainnya, Anies Baswedan, diusung oleh Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dari ketiga bacapres, baru Anies yang telah menetapkan pasangan cawapres, yakni Muhaimin Iskandar, nakhoda PKB.

Ada beberapa nama yang mengapung sebagai cawapres Prabowo. Di antaranya, Gibran Rakabuming Raka, Mahfud MD, Airlangga Hartarto, Yusril Ihza Mahendra, dan Erick Thohir. Di pihak Ganjar, Mahfud MD dan Sandiaga Uno belakangan menguat sebagai bacawapres.

”Untuk cawapres kita serahkan kepada Pak Prabowo dan para Ketum koalisi,” ungkap Riza.

Bagikan