Anies Tawarkan Satu Indonesia, Satu Ekonomi Solusi Terbaik Pemerataan Kesejahteraan

PUBLIKSATU, MAKASSAR-- Bakal calon Presiden RI Anies Rasyid Baswedan menawarkan gagasan mengenai konsep Satu Indonesia, Satu Ekonomi. Hal itu dianggap sebagai solusi terbaik untuk pemerataan kesejahtaraan masyarakat, khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Kata Anies, jika itu terwujud maka setiap keluarga akan mampu memenuhi kebutuhan pokoknya, menabung, dan merancang masa depan yang kebih baik. Sehingga, tidak ada lagi ketimpangan pendapatan yang signifikan.
"Di mana saja warga Indonesia berdomisili, perekonomiannya tersambung, ada satu keutuhan perekonomian. Ini PR kita, perekonomian harus terpenuhi, kebutuhan-kebutuhan dasar bisa kita dapatkan dengan harga setara,” ujar Anies pada diskusi kebangsaan di Unhas, Minggu, 24 September.
Baca Juga: Khofifah Berpeluang jadi Ketua Tim Sukses Prabowo
Lebih lanjut bacapres jagoan Nasdem, PKB, dan PKS itu menegaskan, gagasan itu diperlukan karena masih terjadi selisih harga barang yang sama di wilayah berbeda. Termasuk harga kebutuhan pokok dan kebutuhan material pembangunan.
"Hari ini kita masih menemukan harga kebutuhan pokok antara di kota besar dan KTI terjadi selisih harga luar biasa besar. Mulai dari semen, besi, kebutuhan pembangunan, selisih harganya besar. Air minum saja selisih harganya jauh,” lanjutnya.
Dengan begitu, kata Anies, selama Indonesia belum mewujudkan kesetaraan harga, maka belum bisa disebut sebagai satu ekonomi. Sehingga, kedepannya Indonesia harus mempertahankan satu kesejahteraan untuk seluruh rakyatnya.
"Selama kita belum memiliki kesetaraan harga, maka belum bisa disebut satu ekonomi. Kedepanya Indonesia tidak cukup dipertahankan dengan satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Tetapi harus dipertahankan dengan satu kesejahteraan,” bebernya.
Dengan begitu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, gagasan tersebut harus diwujudkan melalui pemenuhan sejumlah unsur pokok. Mulai dari kesehatan, pendidikan, akses kepastian hukum, juga mendapat peluang pekerjaan yang merata.
Baca Juga: Kiai dan Santri Berharap Ganjar Pranowo Menjaga Masyarakat dan Membawa Indonesia Lebih Maju
"Kami punya agenda besar ke depan untuk mengintegrasikan perekonomian Indonesia. Mulai dari unsur mobilitas, pendidikan, kesehatan, sehingga hal-hal yang menjadi kebutuhan dasar bagi seluruh rakyat di mana pun berada itu terpenuhi,” tegasnya.
Namun begitu, Anies mengakui bahwa hal itu bukan pekerjaan ringan. Akan tetapi, dia yakin betul, melalui pendekatan yang dilakukan, semua keluarga di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pokok.
"Ini bukan PR ringan. Kita berharap, melalui pendekatan ini maka kebutuhan pokok setiap keluarga terpenuhi, bahkan bisa menabung. Harapannya bisa melaksanakan masa depan juga dengan baik,” terangnya.
Anies juga kagum dengan gagasan kemaritiman dari Unhas. Kata dia, Unhas menjadi salah satu kampus yang kuat dan memiliki pakar yang begitu mumpuni.
"Kekuatan Unhas ini pada konsep. Kami harapkan Unhas berkembang pesat, ada banyak gagasan yang diusulkan tetapi dalam pelaksanaannya hilang dalam proses birokrasi. Perlu manajemen yang baik, kami melihat Unhas ini kuat konsep kemaritiman dan itu adalah kekuatan paling besar di Indonesia,” kata dia.
Masih Timpang
Pakar ekonomi Universitas Hasanuddin Prof Hamid Paddu mengatakan, gagasan tersebut punya tantangan besar. Sebab, Indonesia diwarnai dengan berbagai corak wilayahnya.