Zawiya Negeri Khalifatul Khamis Serukan ke DPRD Agar Rempang Diselesaikan dengan Cara Islam

PUBLIKSATU, BAUBAU - Komunitas Zawiyah Negeri Khalifatul Khamis Kota Baubau bawah aspirasi soal Rempang di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Baubau.
Sikap simpatik terhadap masyarakat Pulau Rempang di Provinsi Kepulauan Riau korban komunitas Zawiyah penggusuran pihak Pemerintah tersebut langsung diterima secara resmi Ketua DPRD Kota Baubau H Zahari.
Baca Juga: Perum Bulog Sediakan Ribuan Ton Beras Kebutuhan Kepton
Selanjutnya, sejumlah aktivis komunitas Zawiyah Negeri Khalifatul Khamis melakukan audiensi di aula gedung DPRD Kota Baubau.
Dalam dialog itu langsung dipimpin Anggota Komisi lll La Ode Yasin Mazadu dengan didampingi Anggota Komisi l DPRD Kota Baubau Muhammad Samsuddin.
Pengurus Zawiyah Negeri Khalifatul Khamis Irwansyah Amunu berharap agar persoalan Rempang didudukan pada tempatnya.
Sebagaimana digambarkan di lembaran pernyataan, dalam sejarah Rempang adalah benturan Bajarito Laskar Kesultanan Kepulauan Riau yang menjadi pulau tersebut tahun 1760 masehi sebelum NKRI merdeka.
Baca Juga: Mantan Wamen BUMN Mahmudin Yasin Diperiksa KPK Kasus Korupsi LNG Pertamina,
Di Masa pemerintahan Sulaiman Badrul Al Lausa pertama. Dalam perang Riau tahun 1782-1784 melawan Belanda mereka menjadi prajurit Raja Haji Fisabilillah dan ini salah seorang pahlawan nasional.
Dalam perang Riau dua juga melawan Belanda tahun 1784-1787 mereka menjadi prajurit yang dipimpin Sultan Mahmud Priaransyah.
"Mereka juga anak cucu prajurit yang sampai hari ini menjadi pulau Rempang dalam undang-undang, dan pasukan Partikaman kasultanan atau semacam pasukan elit," urainya.
Merujuk pada sejarah perjuangan pahlawan nasional rempang, Irwansyah berharap persoalan Rempang ini bisa diselesaikan dengan cara islam.
"Nah kita mau persoalan Rempang ini diselesaikan dengan cara tentu yang ma'ruf dan kita dari Zawiyah Negeri Khalifatul Khamis sudah menyampaikan terkait dengan bagaimana kepemilikan lahan dalam islam, bagaimana menghidupkan tanah mati," harapnya.
Baca Juga: Ratusan Honorer Nakes Kota Baubau Serbu Gedung DPRD Minta Formasi PPPK Kesehatan Dibuka
Yasin selaku pimpinan sidang mengakui berdasarkan informasi berkembang di media persoalan Rempang bukanya mengerucut terselesaikan tapi semakin melebar.