Berita Terkini
Nasional

Indonesia Kerjasa Sama dengan Malaysia Bangun Pabrik Baterai EV di Bintulu

Oleh Haeruddin · Jumat, 29 September 2023 14:32 WIB · 2 menit baca
Indonesia Kerjasa Sama dengan Malaysia Bangun Pabrik Baterai EV di Bintulu
Presiden RI, Jokowi saat peletakan batu pertama proyek PLTA Mentarang Induk PT Kayan Hydropower Nusatntara di Malinau Kalimantan Utara. (Fokus Borneo)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Perusahaan Indonesia dalam waktu dekat ini akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pendirian pabrik baterai mobil di Taman Perindustrian Samalaju, Bintulu, dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dari bendungan di Bakun, Serawak, Malaysia.

Konsul Jenderal Republik Indonesia Kuching Sigit Witjaksono menyampaikan, berbagai pencapaian dari hubungan kerja sama Indonesia dan Sarawak, Malaysia, dalam hal PLTA telah berlangsung lama.

Baca Juga: 40 Perusahan Persatuan Emirat Arab Hadiri Indonesian Healthcare Business Matching

Menurut dia, sejak tujuh tahun lalu Kalimantan Barat telah membeli pasokan listrik dari Sarawak.

Sedangkan pada Maret 2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Premier Sarawak melakukan peletakan batu pertama bersama, proyek besar pembangunan PLTA Mentarang Induk di Kalimantan Utara dengan kapasitas 1.378 MW dengan porsi kontribusi Sarawak 25 persen dari total nilai proyek.

Para pemimpin kedua negara memiliki visi Indonesia Emas 2045 dan Malaysia Madani yang disebut Sigit baru dapat dilaksanakan apabila didukung teknologi dan sumber daya manusia sehingga mempercepat kemajuan masyarakat.

Dia mengatakan, dukungan pemerintah Sarawak kepada murid-murid Community Learning Center (CLC) membuat anak pekerja migran Indonesia memiliki kesempatan berkembang.

Dalam bidang lain, Sigit mengungkapkan akan ada 65 ribu WNI berdasarkan Datar Pemilih Tetap (DPT) di Sarawak yang akan menggunakan hak pilihnya yang sebagian besar bekerja dalam sektor perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga: Imbas El Nino, Bulog Berencana Impor Beras 1 Juta Ton

Sigit berterima kasih pada Pemerintah Sarawak karena memberikan dukungan bagi pekerja migran Indonesia dan memberikan kesempatan mereka yang tidak bekerja secara legal mengikuti Rekalibrasi Tenaga Kerja (RTK) 2.0.

"Kami terus mendorong terciptanya ekosistem saling menguntungkan antara PMI, perusahaan, regulator, baik Pemerintah Indonesia maupun Sarawak,” kata Sigit.

KJRI berencana mengadakan Empolyment Business Meeting dan Job Fair bersamaan dengan Trade Expo Indonesia 2023 akhir Oktober nanti, serta memberikan penghargaan kepada perusahaan di Sarawak yang mempekerjakan pekerja migran Indonesia.

"Dengan award tersebut, perusahaan dapat lebih memperhatikan kesejahteraan dan kegembiraan para PMI sehingga diharapkan dapat meningkat produktivitasnya," kata Sigit.