Berita Terkini
Olahraga

Bulu Tangkis Asian Games 2022, PBSI Tidak Kesalahan Tim Beregu Terulang

Oleh Haeruddin · Minggu, 1 Oktober 2023 15:38 WIB · 3 menit baca
Bulu Tangkis Asian Games 2022, PBSI Tidak Kesalahan Tim Beregu Terulang
Ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti saat berlaga pada ajang Asian Games 2022 melawan China di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, Jumat (29/9/2023). ( Foto: NOC Indonesia)

PUBLIKSATU, - Kegagalan lolos ke semifinal membuat tim Indonesia tidak mendapatkan medali di nomor beregu putra dan putri di Asian Games Hangzhou 2022. Hasil ini menjadi yang terburuk seperti Asian Games Incheon 2014.

Saat itu, tim Indonesia juga gagal meraih medali di dua nomor beregu tersebut.

Untuk diketahui, tim beregu putra yang merupakan unggulan pertama takluk dari Korea Selatan (1-3) dan tim putri dikandaskan tuan rumah Tiongkok (0-3) saat berhadapan di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, Jumat lalu.

Baca Juga: Gara-gara Hasil Minor Tim Beregu Bulutangkis, PBSI Jadi Bulan-bulanan Warganet

Kini, PBSI tak ingin kembali kehilangan muka. Kabidbinpres PP PBSI, Rionny Mainaky memgakui kegagalan tim. Terutama di tim putra yang di atas kertas bisa melaju ke semifinal. "Tapi kena tekanan yang tidak bisa diatasi," bebernya.

Hasil ini seperti menampar muka dan tidak memuaskan tim. Karenanya, dia meminta para pemain untuk menjadikan ini sebagai pelajaran besar dan motivasi agar tidak terulang di nomor perorangan yang dimulai pada 2-7 Oktober.

Saat ini, fokusnya dan tim pelatih saat ini bagaimana mengembalikan dulu mood, semangat dan kepercayaan diri para pemain. Sebab tak dipungkiri, kegagalan yang ada begitu menyakitkan. "Kami mau mereka jangan terlalu lama down-nya, bangkit dan kembali siap," tegasnya.

Selain itu, di sisa persiapan yang ada ini, pihaknya akan maksimalkan latihan serta membenahi teknis maupun non teknis. "Terutama yang tadi bagaimana mengatasi kelengahan, ragu-ragu yang tiba-tiba muncul karena beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Mencari solusi bagaimana bisa cepat kembali fokus dan yakinnya," ucapnya.

Dari nomor beregu lalu, pihaknya sudah mengantongi beberapa kelemahan para pemain. Andalan tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, misalnya. Dia menilai pemain yang akrab disapa Jorji itu terlalu berat memikul beban saat melawan Chen Yu Fei di tunggal pertama. Sehingga, kurang bisa bermain lepas dan takluk dua game langsung (14-21, 12-21).

Sedangkan, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dinilai memiliki fighting spirit tinggi meski kalah dari Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (12-21, 21-19, 20-22). "Walau kalah tapi ini harus menjadi keyakinan bahwa sebenarnya kemampuan mereka sudah seimbang, sudah satu level. Hanya kalah pengalaman," tuturnya.

Bergeser ke beregu putra, kelengahan dan bermain kurang yakin menjadi penyebab kekalahan. Jonatan Christie, misalnya. Dia takluk dari Lee Yun Gyu (15-21, 16-21).

Menyoal Jonatan yang main di bawah performa terbaiknya, Rionny menyebut ada ketegangan di dalam dirinya. Karenanya, dia berharap, ketegangan seperti itu harus bisa diredam saat tampil di nomor perorangan.

Sedangkan, Leo Rolly Carnando menyebutkan bahwa ketegangan memang begitu dirasakan setiap pemain. Namun, harusnya bisa dikesampingkan ketika sudah membela Merah Putih. Pengalaman ini dihadikannya pembelajaran ketika tampil di nomor perorangan.

"Kami akan benahi kesalahan. Kami mau tingkatkan fokus. Jangan sampai terpengaruh kekalahan," sebut pasangan Daniel Marthin ini. (jpg)