Berita Terkini
Nasional

Soal Isu Gantikan Megawati, Jokowi Mengaku Ingin Pulang Kampung

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Kamis, 5 Oktober 2023 23:18 WIB · 2 menit baca
Soal Isu Gantikan Megawati, Jokowi Mengaku Ingin Pulang Kampung
Presiden, Joko Widodo saat memberikan keterangan pers usai pimpin Upacara HUT TNI Ke-78 yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Kamis (05/10) (Foto : Setkab Presiden)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo merespons soal dirinya diusul agar menggantikan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengaku ingin kembali pulang ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah setelah tak lagi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Belum, saya mau pensiun pulang ke Solo, " ujar Jokowi usai ditemui pada Upacara HUT Ke-78 TNI di Lapangan Monumen Nasional (Monas)Jakarta, Kamis (05/10).

Baca Juga: Soal Larangan Eks Napi Korupsi Nyaleg, KPU Diminta Patuhi Putusan MA

Jokowi menyebut masih banyak tokoh muda yang justru bisa menduduki posisi tersebut.

Dia mengatakan, Puan Maharani pantas menggantikan Megawati sebagai Ketua Umum PDIP.

"Banyak yang muda-muda, Mbak Puan, mas Pranada, gitu kan," ujarnya.

Sebelumnya, wacana usulan Jokowi menjadi Ketum PDIP disampaikan oleh Guntur Soekarnoputra, yang adalah putra sulung dari Presiden Pertama RI, Soekarno.

Guntur Soekarnoputra menganggap bahwa Jokowi, dapat melanjutkan karir politiknya yakni sebagai Ketum PDIP, dan menyebut bahwa Megawati dapat menjadi ketua Dewan Pembina.

Baca Juga: Dua Hal Ini Sangat Pengaruhi Pemasaran Produk Kelapa Saat Ini

Usulan tersebut itu juga semakin kencang setelah putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep diumumkan menjadi Ketua Umum dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Kaesang Pangarep menjadi ketua umum hanya berselang dua hari, setelah dirinya resmi bergabung dengan partai yang berlogo mawar merah itu.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut penentuan ketum akan dilakukan dalam Kongres PDIP pada pertengahan tahun 2025.

Dalam kongres kata dia, keputusan diambil oleh utusan dari pengurus-pengurus daerah PDIP.