Berita Terkini
Nasional

PT Vale Indonesia Disorot Media Asing Karena Transisi Energi Terbarukan

Oleh Haeruddin · Sabtu, 7 Oktober 2023 21:47 WIB · 2 menit baca
PT Vale Indonesia Disorot Media Asing Karena Transisi Energi Terbarukan
Usaha PT Vale Indonesia mendorong terwujudnya energi bersih mendapat sorotan dari media asing. (Foto: Dok PTVI)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Usaha PT Vale Indonesia mendorong terwujudnya energi bersih mendapat sorotan dari media asing.

Laporan itu dirilis oleh Kantor berita Associated Press dalam video jurnalistik berjudul "Menghadapi tekanan yang semakin besar dari pelanggan, beberapa penambang beralih ke energi terbarukan".

Jurnalis AP Victoria Milko melaporkan usaha dari perusahaan tambang yang mencoba menjawab tantangan global.

Dalam video tersebut diceritakan usaha peralihan energi fosil menjadi energi terbarukan yang dilakukan PT Vale Indonesia di salah satu sitenya di Sorowako, Sulawesi Selatan.

Dalam laporannya AP menyampaikan bagaimana permintaan global akan mineral yang dibutuhkan untuk baterai, panel surya, dan komponen penting lainnya untuk transisi ke energi terbarukan makin meningkat.

Baca Juga: Ciptakan Hunian Ekslusif, Pengembang Properti Grand Wisata Harus Tahu 5 Faktor Ini

Namun, permintaan tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan emisi karbon oleh perusahaan pertambangan.

Perusahaan pertambangan global milik Vale pun menjalankan pabrik peleburan nikelnya di Sorowako berdasarkan sumber energi dari tiga bendungan pembangkit listrik tenaga air yang berada di dekatnya.

"Beberapa perusahaan sudah mulai mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dalam ekstraksi dan pemurnian," demikian AP mengabarkan.

Dalam video tersebut, Febriany Eddy, CEO PT Vale Indonesia Tbk., menjelaskan ketiga bendungan pembangkit listrik tenaga air yang menjadi sumber energi operasionalisasi perseoran.

Baca Juga: PP Turunan UU ASN 2023 Mulai Dibahas

PT Vale Indonesia menghabiskan investasi modal hampir USD 1 miliar. Menurut Febriany, setelah bertahun-tahun semua investasi itu memberikan dampak terhadap biaya operasional PT Vale Indonesia yang terendah dalam kategori produsen Nikel Laterit.

"Hal ini dikarenakan kami mempunyai pembangkit listrik tenaga air, sehingga pembangkit listrik tenaga air tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga mengurangi biaya yang kita keluarkan saat ini. Sebab, kita tidak lagi terlalu fluktuatif terhadap biaya bahan bakar dan batu bara. Karena kita punya pembangkit listrik tenaga air," tuturnya.