Dukungan Dari GMI Buat Gibran Jadi Cawapres Prabowo

PUBLIKSATU, JAKARTA - Pengurus Pusat Gerakan Milenial Indonesia (GMI) menggelar pertemuan rutin pada Rabu (11/10) pagi. Pertemuan rutin itu membahas dukungan kepada putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.
Diketahui Gibran yang merupakan wali Kota Solo didukung menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Pertemuan itu dihadiri Pengurus Pusat, serta GMI Se-Jabodetabek di Gunawarman, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Syahrul Yasin Limpo Minta KPK Tunda Pemeriksaan untuk Menemui Ibundanya di Makassar
"GMI merupakan kanal aspirasi pemuda yang tepat, sehingga dengan adanya pertemuan ini kita bisa mengetahui bahwa sosok pemimpin yang dicari anak muda Indonesia," kata Ketua Umum GMI, Sasha Tutuko dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com.
Sasha juga menuturkan, organisasi yang dipimpimnya telah meyakini bahwa sosk GibranRakabuming merupakan figur yang akan mewakili kaum muda Indonesia. Sekaligus bisa menginspirasi anak-anak muda di Indonesia untuk menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia di masa depan.
"Tidak hanya itu, kami meyakini bahwa kehadiran sosok Gibran sebagai Cawapres Pak Prabowo akan menginspirasi anak-anak muda di Indonesia untuk menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia di masa depan," pungkasnya.
Baca Juga: KKKS Migas Didorong Membeli Produk Lokal Lewat IOG E-Commerce
Diketahui, jalan Gibran menjadi cawapres masih terganjal persoalan batas usia di UU Pemilu yang belum mencapai batas minimal 40 tahun karena pada saat ini usianya baru menginjak 36 tahun.
Sebagaimana diketahi, ssaat ini ada beberapa gugatan soal batas usia capres-cawapres yang tengah bergulir di MK. Perkara nomor 29, 51, dan 55/PUU-XXI/2023 telah selesai disidang per akhir Agustus 2023 dan kini menanti putusan Mahkamah.
Dalam tiga perkara itu, masing-masing pemohon meminta agar usia minimum capres-cawapres 35 tahun, ada pula yang meminta agar usianya tetap 40 tahun, tetapi disertai syarat alternatif pernah menjadi pejabat negara.
"Ya, ditunggu aja di MK," jelas Gibran.