Berita Terkini
Nasional

Bawaslu Sebut 5 Wilayah Masuk Kategori Paling Rawan di Pemilu

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Kamis, 12 Oktober 2023 20:33 WIB · 2 menit baca
Bawaslu Sebut 5 Wilayah Masuk Kategori Paling Rawan di Pemilu
Diskusi panel tentang kepemiluan yang diselenggarakan Divisi Humas Mabes Polri. ( ILHAM/JAWA POS)

PUBLIKSATU, JAKARTA– Setiap kali pemilihan umum (pemilu), potensi kerawanan terjadi di sejumlah daerah selalu mengiringi. Demikian juga dalam Pemilu 2024. Bawaslu RI telah membuat pemetaan. Setidaknya, terdapat lima wilayah yang masuk kategori paling rawan.

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengungkapkan, pihaknya telah meluncurkan indeks kerawanan pemilu (IKP). Dari beberapa indikator, terdapat lima daerah yang menjadi atensi lantaran termasuk kerawanan tinggi. Yakni, DKI Jakarta, Papua, Jawa Barat, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.

’’Yang tertinggi kerawanannya di Papua,’’ kata Bagja dalam diskusi publik bertema Pilpres 2024: Memperkuat Pemilu Damai dan Demokrasi Menuju Indonesia Maju yang diselenggarakan Divisi Humas Polri di Jakarta kemarin (11/10).

Baca Juga: GERNAS Saksi Anies-Muhaimin (AMIN) Tak Mau Dibayar Kembali Dideklarasikan di Jakarta

Menurut Bagja, penyebab kerawanan di Papua, antara lain, persoalan geografis, kendala keamanan lokal, dan sistem pemilihan di daerah. Selain itu, di Papua terdapat daerah otonom baru (DOB). ’’Sampai sekarang ada beberapa daerah baru yang Bawaslu-nya perlu diperkuat,’’ ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari menjelaskan, tingkat kerawanan Pemilu 2024 diprediksi menurun. Khususnya di daerah-daerah. Salah satu penyebabnya, tidak ada pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 2022–2023. ’’Setidaknya ketegangan dan konflik itu (dampak pilkada) menjadi tidak ada di daerah,’’ ungkapnya.

Selain itu, perolehan kursi DPRD provinsi dan kabupaten/kota dalam Pileg 2024 akan menjadi modal Pilkada 2024. Nah, partai-partai tentunya akan menahan diri. Sebab, bisa jadi calon kepala daerah yang diusung mereka itu akan sama. ’’Di pileg lawan, tapi bisa jadi kawan saat pilkada nanti,’’ jelas Hasyim.

Baca Juga: Erick Thohir Elektabilitas Tertinggi dalam Survei Poltracking Sebagai Cawapres

Kondisi tersebut, lanjut dia, berbeda dengan Pilpres 2019. Saat itu, sebelumnya digelar Pilkada 2017 dan 2018. Kontestasi dalam pilkada tersebut seakan menjadi pemanasan untuk Pilpres 2019. ’’Karena itulah, saya cukup yakin tingkat kerawanan atau konfliknya hampir tidak ada,’’ paparnya.

Bahkan, Hasyim menyebut perhelatan Pemilu 2024 akan menjadi pemilu yang paling lancar dalam sejarah Indonesia. ’’Kami harapkan begitu, aman-aman saja,’’ tegasnya.