Berita Terkini
Nasional

Didekati Kubu Ganjar dan Prabowo, Khofifah Tak Mau Bicara Pilpres

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Kamis, 12 Oktober 2023 21:52 WIB · 2 menit baca
Didekati Kubu Ganjar dan Prabowo, Khofifah Tak Mau Bicara Pilpres
DOAKAN PUTRA SANG FAJAR: Khofifah Indar Parawansa berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, kemarin. ( EKO HENDRI/JAWA POS)

PUBLIKSATU, BLITAR - Nama Khofifah Indar Parawansa terus muncul dalam bursa bacawapres. Gubernur Jawa Timur itu kini sedang didekati oleh kubu Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Meski demikian, Khofifah disebut belum bersikap. Dia juga tak mau berkomentar apa pun setiap ditanya awak media tentang pilpres.

Khofifah mengaku akan tetap bertugas seperti biasa. Kemarin, misalnya, dia memimpin ziarah di makam Bung Karno di Blitar. Khofifah didampingi Bupati Blitar Rini Syarifah, Wali Kota Blitar Santoso, jajaran Forkopimda Blitar, serta para pejabat Pemprov Jatim.

Baca Juga: Sebelum Ada Putusan MK, PKPU Pilpres Masih Sebut Batas Umur Minimal 40 Tahun

Khofifah menyampaikan, tradisi ziarah makam itu dilakukan untuk menyambut peringatan Hari Jadi Ke-78 Provinsi Jawa Timur. Sehari sebelumnya, Khofifah melakukan ziarah ke makam Gubernur Pertama Jatim, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo.

Kedatangan Khofifah ke makam Bung Karno banyak disangkutpautkan dengan pilpres. Namun, ketua umum PP Muslimat NU itu tak mau menanggapinya. ”Wis rek ya. Wis," jawabnya saat ditanya soal isu cawapres. Khofifah juga tidak berbicara soal pilihannya pada perhelatan pilpres nanti. ”Ya nanti saja," katanya.

Beberapa teriakan cawapres muncul dari masyarkat di sekitar makam. Namun, Khofifah hanya tersenyum. Khofifah mengaku masih ingin fokus memimpin Jatim. Terutama menyukseskan pelaksanaan puncak hari jadi Jatim yang digelar pagi ini. "Monggo bersama meramaikan HUT Jatim," katanya.

Baca Juga: Airlangga Tetap Direkomendasikan Golkar jadi Bakal Cawapres Prabowo

Founder Lembaga Survei The Republic Institute Sufyanto mengatakan, nama Khofifah memang cukup layak mendampingi Prabowo untuk running Pilpres. ”Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab,” katanya kemarin. Salah satunya adalah status Khofifah sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU. ”Modal ini tentu sangat signifikan untuk mendongkrak suara Prabowo,” katanya.

Selain itu, imbuh Sufyanto, Khofifah memiliki popularitas di kalangan NU, baik level elite maupun grassroot. Apalagi, selama ini gubernur perempuan pertama asal Jatim itu terbilang minim resistensi di kalangan nahdliyin. "Kiprah Bu Khofifah selama memimpin Jatim juga cukup positif," kata peneliti yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo itu.