Berita Terkini
Entertaiment

Sarah Bantah Body Checking Finalis MUID Disaksikan Sejumlah Lelaki

Oleh Ramli Akhmad · Minggu, 15 Oktober 2023 02:12 WIB · 2 menit baca
Sarah Bantah Body Checking Finalis MUID Disaksikan Sejumlah Lelaki
Andaria Sarah Dewia atau Sarah Hendrapraja selaku Chief Operation Officer (COO) Miss Universe Indonesia (MUID) (ist)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Body checking yang dilakukan selama Penyelenggaraan Miss Universe Indonesia (MUID) tahun 2023 meninggalkan masalah besar. Body checking yang dilakukan dikabarkan bermasalah dan berujung terjadinya pada tindak pidana pelecehan atau kekerasan seksual dialami sejumlah finalis.

Baca Juga: Energi Bersih Pertamina Sudah Jangkau 63 Desa

Proses body checking ini dinilai tidak sesuai standar mengingat 30 finalis MUID selama melakukan body checkung disaksikan orang tak berkepentingan. Beberapa lelaki kabarnya ikut menyaksikan body checking dan melihat para finalis dalam kondisi telanjang.

Andaria Sarah Dewia atau Sarah Hendrapraja selaku Chief Operation Officer (COO) Miss Universe Indonesia (MUID) menyatakan kabar miring itu tidak benar adanya. "Tidak ada, tidak benar itu," ujar Sarah didampingi kuasa hukumnya, David Pohan, di Polda Metro Jaya, Kamis (12/10).

Baca Juga: PKS Sebut KPK Memainkan Drama dalam Penangkapan SYL, Mardani: Ada Drama Seolah Ingin Ada Panggung Besar

Menurutnya, tak dipungkiri memang ada laki-laki saat dilakukan body checking terhadap para finalis MUID. Namun laki-laki dimaksud punya kepentingan karena membuatkan gaun untuk para finalis memastikan pakaian yang akan dikenakan sesuai dengan ukuran dan tak memperlihatkan hal tak semestinya dari para finalis.

"Kalau misalnya ada pemotret (laki-laki) itu tidak ada. Kalaupun ada pria, itu bisa dikatakan dia sebagai desainer. Kita sudah tahu desainer seperti apa, kita tidak perlu mendeskripsikannya," tuturnya.

Baca Juga: LSAK Minta Kejagung Lebih Agresif Periksaan Anggota DPR, BPK dan Menpora

Sarah secara tegas mengatakan dirinya berani bersumpah tidak ada pelanggaran selama proses body checking dilakukan. Sarah memfoto secara zoom-in pada bagian tato atau bekas luka dari finalis. Pemotretan itu dilakukan dengan meminta izin terlebih dahulu.

"Saya berani bersumpah itu tidak ada. Saya mohon semua kalangan netizen dan lainya, kalau mau melihat berita didengar dari dua belah pihak. Jangan hanya satu pihak saja," pinta Sarah.