Sepuluh Setan di Lingkungan Industri Menurut Elemen Buruh di Bogor

PUBLIKSATU, JAKARTA - Sejumlah elemen buruh berkumpul memetakan kondisi-kondisi yang meresahkan mereka. Total ada sepuluh poin yang bisa merugikan para buruh. Mereka menyebutnya sebagai sepuluh setan di lingkungan industri.
Pemetaan sepuluh setan di lingkungan industri itu, digelar pada forum Deklarasi Bogor bertajuk Poros Buruh Untuk Perubahan, di Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga: Sebanyak 25 Pengusaha Muda Bakal Bersaing di Grand Final SuperAdventure Superpreneur 2023
Diantara elemen buruh yang hadir adalah Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat. Dia menjelaskan sepuluh setan industri adalah upah murah, hilangnya kepastian kerja (Kerja Kontrak, Outsourcing dan Pemagangan), PHK semakin dipermudah, dan potongan uang pesangon besar-besaran.
"Kemudian serbuan tenaga kerja asing china," katanya Minggu (15/10).
Berikutnya yang keenam adalah jaminan sosial terbatas dan diskriminatif, pungutan liar dan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), bunga bank tinggi bagai rentenir, penyelenggaraan pekerja migran yang memeras serta Impor produk industri yang ugal-ugalan.
Jumhur mengatakan, kesepuluh setan industri itu harus dibabat habis. Apabila Indonesia ingin serius membangun industrialisasi nasional yang tangguh. Sekaligus menjamin kesejahteraan yang layak bagi kaum buruhnya.
Mantan Kepala BNP2TKI itu mengatakan bahwa deklarasi ini adalah sebagai tindak lanjut dari harapan para anggota yang ingin berjuang memenangkan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam Pilpres 2024. "Karena pasangan inilah yang jelas menyatakan ingin melakukan perubahan," jelasnya.
Menyambut Pilpres 2024 ini, berbagai Konfederasi dan Federasi buruh di tingkat nasional yang tiada lelah berjuang mencabut UU Cipta Kerja. Deklarasi Bogor itu dihadiri para pimpinan buruh nasional dari berbagai konfederasi dan federasi. Diantaranya Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN) Djoko Heriyono, Ketua Umum SBSI’92 Sunarti, Ketua Umum FSP Pertanian dan Perkebunan (PP) SPSI Achmad Mundji, dan Ketua Umum FSP Logam Elektronik dan Mesin (LEM) SPSI Arif Minardi.
Kemudian Ketua Umum FSP Kimia Energi dan Pertambangan (KEP) SPSI Dedi Sudarajat, Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat dan Ketua Umum KSPN Andi Baso Rukman serta beberapa tokoh buruh lainnya. Seperti Anna Sumarna dan Syamsul Bahri masing-masing dari FSP Transport Indonesia (TI) SPSI Jawa Barat dan DKI Jakarta. (jpg)