Berita Terkini
Kesehatan

Digital Pangkas Waktu Tunggu Layanan Kesehatan 50 Persen

Oleh Haeruddin · Rabu, 18 Oktober 2023 16:17 WIB · 2 menit baca
Digital Pangkas Waktu Tunggu Layanan Kesehatan 50 Persen
Pasien mencoba layanan kesehatan berbasis digital. ( (Foto: Dokumentasi Pribadi))

PUBLIKSATU, - Digitalisasi layanan kesehatan semakin jamak digunakan masyarakat. Digitalisasi layanan kesehatan tidak hanya membuat sejumlah pelayanan kesehatan menjadi lebih praktis, karena cukup dari genggaman. Ternyata, juga membuat waktu pelayanan berjalan lebih cepat.

Keunggulan pemanfaatan teknologi digital di dunia kesehatan itu sangat disadari Siloam. ICT Siloam Group Head Pierre Hendrawan mengatakan, digitalisasi layanan di antaranya diterapkan pada pembuatan jadwal bertemu dokter untuk konsultasi.

Baca Juga: Mudahkkan Peserta JKN, Pardin Apresiasi Inovasi BPJS Kesehatan

Pierre mengatakan, dengan digitalisasi layanan itu jadwal tunggu pasien ketika berada di rumah sakit menjadi semakin singkat.

"Proses digital ini memangkas waktu sekitar 50 persen atau sekitar 30 menit lebih singkat saat melayani pasien yang berada di rumah sakit," tutur Pierre Hendrawan kepada wartawan pada Selasa (17/10).

Baca Juga: Layanan Kesehatan di Indonesia Bakal Didukung Cloud Berbagi Pengetahuan Medis dari Para Dokter Terkemuka

Dikatakannya, Siloam kini sudah memberlakukan digitalisasi rekam medik atau rekam medik elektronik. Layanan digitalisasi rekam medik itu diperuntukkan bagi pasien rawat jalan di seluruh unit Siloam Hospitals.

Dengan digitalisasi rekam medik itu, para dokter dapat mengakses atau memasukkan data pasien baru pada sistem yang sudah disiapkan.

"Untuk saat ini kami sedang menyelesaikan proses digitalisasi (rekam medik) pasien rawat inap," tuturnya.

Sehingga nantinya ada platform satu pintu yang bisa mengakses rekam medik pasien secara digital. Dengan adanya digitalisasi rekam medik itu, membantu dokter memberikan analisis atau semacam warning jika pasien kembali memasuki masa perawatan kesehatan.

Dia menjelaskan digitalisasi layanan kesehatan Siloam Hospitals secara umum bisa diunduh di ponsel pasien. Saat ini sudah ada sekitar dua juta pengguna digitalisasi layanan kesehatan milik Siloam. Dari jumlah tersebut, sekitar 160 ribu pengguna yang rutin memanfaatkan beberapa fitur layanan kesehatan secara digital.

Pierre menekankan, di tengah semakin banyaknya penggunaan layanan kesehatan secara digital, keamanan harus dijaga. Unsur cyber security harus tetap diutamakan.

Pemerintah sendiri tidak menutup mata dengan adanya digitalisasi pelayanan kesehatan. Beberapa waktu lalu Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Setiaji mengatakan, digitalisasi di sektor kesehatan perlu melibatkan lintas sektor. Tujuannya untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

"Digitalisasi dalam pelayanan kesehatan adalah inisiatif yang dipimpin oleh pemerintah. Mengingat kompleksitas sektor kesehatan," katanya dalam APL Digital Summit beberapa waktu lalu.