Pementasan Teater Berjudul Calon Lawan, Cak Lontong Siksa Fisik Komika Akbar

PUBLIKSATU, JAKARTA - Selama ini Cak Lontong dan komika Akbar selalu bermain dalam pementasan teater yang digagas oleh Indonesia Kita. Dalam pertunjukan teater berjudul Calon Lawan, Cak Lontong yang kerap disandingkan dengan Akbar, tapi kali ini memainkan peran berbeda. Jika biasanya Cak Lontong menyiksa Akbar dengan permainan logika yang bikin pusing, kali ini Cak Lontong Menyiksanya secara fisik.
Baca Juga: Beri Sindiran untuk MK, Pementasan Teater Berjudul Calon Lawan di Hari Pertama Disaksikan Ribuan Penonton
Dalam pementasan teater itu Cak Lontong digambarkan sebagai guru perguruan seni bela diri di sebuah padepokan. Sedangkan Akbar adalah muridnya. Sejak kemunculan keduanya pertama kali di atas panggung, Akbar langsung dipaksa untuk berjalan merangkak.
Ternyata Siksaan Cak Lontong untuk Akbar tidak berhenti di situ saja. Dia mengerjai Akbar dengan memerintahkan sejumlah aktivitas yang menguras tenaga dan fisik. "Kalau episode-episode sebelumnya cuma menyiksa mental, sekarang aku menyiksa secara fisik," ungkap Cak Lontong disambut tawa para penonton.
Baca Juga: Gibran Sebut Sudah Komunikasi Dengan Puan Maharani Soal Cawapres Dampingi Prabowo
Akbar pun merasakan dirinya dikerjai oleh sang guru, namun dia tetap melakukannya tanpa ada perlawanan. Siksaan fisik oleh Cak Lontong ke Akbar ternyata untuk memastikan ilmu Cak Lontong dalam memerintahkan orang lain tanpa ada amarah dan yang diperintah tetap patuh, sudah dikuasainya secara sempurna.
Pertunjukan teater Calon Lawan menceritakan pertarungan bawah tanah di mana para kelompok saling berebut pengaruh dan kekuasaan. Pertarungan antarkelompok yang sama-sama kuat terjadi. Berkali-kali terjadi pertarungan antara dua kelompok melibatkan jagoan-jagoan terbaik dari keduanya.
Situasi jadi kian menegangkan setelah munculnya beberapa kejadian misterius yang membuat masing-masing kubu saling curiga. Ada beberapa penyerangan, tetapi tidak diketahui siapa pelakunya.
Baca Juga: Biodata dan Karir Gibran Rakabuming, Cawapres yang Diusung Partai Golkar
Situasi ini lantas mendorong kemunculan dugaan bahwa ada jagoan misterius, sosok yang tak terlihat, yang bergerak cepat melebihi bayangan dengan kesaktian yang tak tertandingi. Jagoan yang memiliki kemampuan membunuh lebih cepat dari malaikat maut.
Sebagai lawan, sosok itu memiliki kekuatan yang hebat. Cemas dengan kondisi ini, kedua kelompok yang tadinya berseteru kemudian mencoba bersatu untuk melawan 'sosok tak terlihat' guna mengungkap identitas yang sebenarnya.