Berita Terkini
Nasional

Pasangan Capres-cawapres Berbagi Tugas Tuk Dekati Simpul Pemilih

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Selasa, 24 Oktober 2023 22:36 WIB · 3 menit baca
Pasangan Capres-cawapres Berbagi Tugas Tuk Dekati Simpul Pemilih
Rombongan Bacapres-bacawapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) tiba di KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (19/10). (Takzia Royyan/ JawaPos.com)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Kombinasi pasangan calon presiden dan wakil presiden berpeluang menentukan strategi dalam menyasar segmentasi pemilih. Koalisi Perubahan termasuk yang menyiapkan masing-masing calon untuk berfokus pada isu tertentu.

Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, secara eksplisit pasangan Amin tidak berbagi peran berdasar fokus area. Sebab, sejak awal Amin mengusung konsep dwitunggal. Tanggung jawab dan peran capres-cawapres dilakukan beriringan secara harmonis. ”Dan selaras,” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin.

Namun, karena latar belakang Muhaimin adalah santri dan berasal dari desa, Jazil mengakui bahwa Muhaimin sangat berfokus pada isu kesejahteraan kelompok masyarakat pinggiran dan pedesaan. Terutama petani, nelayan, buruh, dan guru. Muhaimin juga sangat berfokus pada pendidikan karakter berbasis pesantren.

Dalam buku visi-misi dan program pasangan Amin, kelompok santri masuk dalam 28 simpul kesejahteraan. Langkah konkret untuk mewujudkan kesejahteraan itu antara lain menyetarakan ijazah pesantren dengan sekolah umum. Dengan begitu, lulusan pesantren bisa melanjutkan sekolah atau langsung mencari kerja.

Baca Juga: Ketua Umum Koalisi Indonesia Maju Bakal Kawal Pendaftaran Prabowo-Gibran ke KPU Besok

Gus Jazil menjelaskan, semua visi-misi dan program Amin menjadi komitmen yang akan diwujudkan dengan cara kolaboratif dan bersinergi. Jika kelak terpilih, kolaborasi itu akan dilakukan sejak perencanaan hingga eksekusi program. ”Itu komitmen kami, baik dalam merencanakan dan menjalankan semua program,” imbuh politikus yang kini menjabat wakil ketua MPR RI itu.

Ganjar Pranowo mengatakan bersama Mahfud MD dirinya akan membawa Indonesia menjadi lebih baik dan bersih, terlebih menyangkut isu antikorupsi. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Terpisah, anggota penjadwalan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Aria Bima, menyatakan bahwa pihaknya belum membagi tugas berdasar segmentasi pemilih atau kunjungan ke daerah. TPN juga belum menunjuk personel yang akan mendampingi Ganjar dan Mahfud dalam melakukan safari politik.

Saat ini, kata Aria, TPN masih melengkapi personel tim pemenangan yang nanti diserahkan ke KPU. Sebelum masa kampanye, kata Aria, Ganjar dan Mahfud tentu akan terus melakukan konsolidasi politik. Baik konsolidasi internal maupun eksternal. Salah satunya konsolidasi dengan turun ke daerah-daerah.

Yang pasti, lanjut anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu, kehadiran Ganjar-Mahfud harus dirasakan langsung oleh masyarakat. ’’Kehadirannya akan dirasakan dan berdampak langsung bagi rakyat. Itu pasti dan tidak boleh tidak,” paparnya. Dia mengatakan, Ganjar dan Mahfud merupakan sosok yang dekat dengan rakyat. Karena itu, mereka akan selalu mendengar suara dan aspirasi rakyat.

Baca Juga: Soal Membangun Dinasti Politik, Jokowi Serahkan Pada Masyarakat yang Menilai

Prabowo resmi menunjuk Gibran Rakabuming sebagai cawapres untuk bertarung dalam Pilpres 2024. (Akun X Fahri Hamzah via Jawa Pos )

Sementara itu, pasangan Prabowo-Gibran yang baru dideklarasikan Minggu malam juga belum memerinci strategi ataupun penugasan khusus. Saat ini pasangan Prabowo-Gibran belum memiliki tim pemenangan layaknya dua koalisi lain. Konsep tim pemenangan masih digodok.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, urusan pemenangan bukan hanya kewenangan Gerindra, melainkan juga koalisi. Karena itu, Muzani menyebut, pihaknya akan lebih dulu berdiskusi dengan semua anggota koalisi. ’’Itu kewenangan dari partai koalisi,’’ ujarnya.