Berita Terkini
Nasional

NCW Soroti Pernyataan Gibran "Tenang Pak Prabowo, Saya Ada di Sini'

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Kamis, 26 Oktober 2023 21:49 WIB · 2 menit baca
NCW Soroti Pernyataan Gibran "Tenang Pak Prabowo, Saya Ada di Sini'
Bacawapres Gibran Rakabuming Raka (Foto: Sabik/JawaPos.com)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Gibran Rakabuming Raka meminta calon presiden Prabowo Subianto untuk duduk setelah berpidato di hadapan pendukungnya di Indonesia Arena GBK, Jakarta, Rabu (25/10).

Gibran lalu membocorkan program-programnya yang mana hal tersebut menjadi sorotan Ketua Umum DPP NCW Hanifa Sutrisna.

"Gibran terkesan merontokkan marwah mantan jenderal bintang tiga dengan mempersilahkan turun dari panggung dan berkampanye program pribadinya," ujar Ketua Umum DPP NCW Hanifa Sutrisna, dikutip dari Pojoksatu, Kamis (26/10).

Menurutnya, Gibran terkesan mengecilkan nilai perjuangan, jabatan dan pengalaman para ketum partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) di hadapan puluhan ribu orang.

Baca Juga: Ruang Frekuensi Radio Jelang Pemilu Diminta Agar Tidak Disalahgunakan

"Dengan menyatakan, 'Tenang Pak Prabowo, saya ada di sini'," ucapnya.

NCW juga menyatakan bahwa pihaknya sejalan dengan Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Erick Samuel Paat yang melaporkan Gibran, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman dan Presiden Jokowi atas dugaan KKN.

NCW sebelumnya juga menuturkan terkait adanya keanehan dalam keputusan MK yang memuluskan Gibran untuk terlibat dalam kontestasi Pilpres 2024.

"Kami di DPP NCW melihat MK makin keluar dari esensinya yang semestinya menjalankan check and balances pada kekuasaan pembuat undang-undang yakni eksekutif dan legislatif," kata Hanif, sapaan Hanifa Sutrisna.

Baca Juga: MKMK Gelar Rapat Perdana, Agenda Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Kode Etik 9 Hakim Kontitusi

Menurutnya, hal itu bisa membuat publik ragu terkait netralitas MK jika terjadi perselisihan Pilpres dan Pileg 2024.

Bukan hanya Gibran, NCW juga mempersoalkan dijadikannya Kaesang Pangarep sebagai Ketum PSI.

"Apa iya seperti ini demokrasi dan suksesi dalam perpolitikan yang sehat yang dibangun pasca reformasi di Indonesia?" kata Hanif.

Menurutnya, berbagai masalah, termasuk dugaan korupsi di kementerian, harus diselesaikan dengan eksekusi dari gagasan secara nyata, bukan hanya bisik-bisik di kedai kopi dan diskusi di TV.