La Ode Darwin; Saya Ingin Mengabdi, Bukan untuk Mencari Kekuasaan

PUBLIKSATU, LAWORO-Nama La Ode Darwin, dewasa ini dalam belantara politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) Muna Barat (Mubar) tahun 2024 mendatang kian mencuat kuat. Manuver politik yang dilakukan menggugah hati masyarakat seantero Mubar.
Terpantau setiap kunjungan silaturahmi didesa-desa, ratusan bahkan ribuan masyarakat antusias menyambut pria yang kerap disapa DW itu. Suami Rika Purwaningsi ini, telah mendeklarasikan dirinya sebagai salah satu bakal calon (Balon) Bupati Mubar periode mendatang yang sudah mendapat restu dan dukungan dari beberapa elemen dan tokoh masyarakat.
Baca Juga: Dua Tunggal Putra Indonesia Melaju ke Perempat Final French Open 2023
Perawakannya tinggi gemuk, kepala plontos disebut-sebut aktor baru dikancah perpolitikan Mubar yang cukup fenomenal. Didunia usaha yang telah membesarkan dirinya selama ini menjadikan dia dasar dalam menapaki karir politik dalam menjemput Pilkada Mubar 2024 nanti.
"Saya ini berangkat dari orang susah. Bapak berprofesi sebagai guru biasa dan ibu hanya sebatas ibu rumah tangga. Orang tua saya tidak meninggalkan warisan yang dapat memperkaya diri saya. Bermodalkan kepercayaan, kejujuran, dan tekad kuat maka saya bisa sukses menjadi pengusaha,"ungkap, La Ode Darwin disela-sela pertemuannya dengan masyarakat di Kecamatan Wadaga.
Senyum sapa menjadi ciri khas pria kelahiran Kusambi itu saat bersua dengan warga. DW kini menjadi selebritis politik yang sangat diperhitungkan. Separuh besar masyarakat Mubar terpikat padanya. Jerih payah menyambangi warga mendobrak popularitasnya sebagai salah satu balon bupati Mubar yang didukung kuat oleh kalangan masyarakat banyak.
Baca Juga: Di Ponpes Al Badar, Anies Baswedan Didoakan jadi Presiden
"Saya mengawali karir semua mulai dari bawah. Menjadi pengusaha hingga menjadi top leader dalam perusahaan semua dari bawah. Maju di Pilkada Mubar ingin mengabdikan diri pada rakyat dan daerah yang telah memberikan edukasi dan pengalaman hidup yang berharga. Saya maju dipilkada bukan untuk mencari kekuasaan apalagi mencari atau mengumpulkan uang banyak. Kalau itu saya sudah cukup,"tukasnya.
Pria yang pernah memimpin lembaga di Universitas Haluoleo itu, mempunyai prinsip bahwa seorang politisi harus menjadi fungsi ganda yaitu selalu berada ditengah-tengah masyarakat untuk dapat menerangi, membimbing, dan bekerja bersama-sama rakyat. Kemudian, melakukan pembaharuan kearah kehidupan yang lebih baik.
"Insya Allah, saya bertarung di Pilkada Mubar dengan kekuatan finansial sendiri. Saya tidak ingin mengantungkan diri kepada pengusaha lain, atau sumbangan dari manapun. Karena ketika mendapat suguhan finansial dari kelompok tertentu, maka akan menjadi beban moril yang akan berdampak pada politisasi kewenangan seorang pribadi pejabat atau bupati itu sendiri,"ujarnya.
Dalam pergerakannya akhir-akhir ini saat mensosialisasikan diri sebagai salah satu balon bupati, tidak sedikit mendapat tantangan. Krusial ketika beberapa elemen pemerintah memberi wejangan kepada sebagian warga untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik La Ode Darwin.
Diduga tekanan tersebut sumber pucuk adalah kekuasaan tingkat daerah. Mirisnya, dari beberapa balon yang melakukan kegiatan silaturahmi politik hanya kegiatan La Ode Darwin yang mendapatkan ancaman itu.
"Dinamika dalam politik itu hal biasa. Cara-cara mensabotase gerakan dalam bentuk intimidasi dan ancaman adalah pola yang tidak mendewasakan diri dalam perpolitikan. Masyarakat sudah tahu itu. Saya yakin ketika bersama masyarakat dengan tulus dan ikhlas, serangan kekuatan saya tidak akan terbendung untuk memenangkan pilkada Mubar nanti,"cetusnya.
Salah seorang tokoh Mubar La Ode Hibali menyebut La Ode Darwin sosok yang layak untuk diperjuangkan menjadi pemimpin Mubar kedepan. Dari segi usia sudah matang berada ditengah-tengah kaum tua dan kaum muda.
Baca Juga: Hasil Tes Kesehatan Seluruh Bakal Capres-Cawapres Bakal Diumumkan Besok