Kenali Pemicu Depresi Pasca Melahirkan, Karena Lebih Berbahaya Dibanding Baby Blues

PUBLIKSATU, - Depresi pasca melahirkan dan baby blues syndrome memang memiliki gejala dan ciri-ciri nyaris sama.
Namun, depresi pasca melahirkan dan baby blues syndrome dua hal yang cukup berbeda.
Lantas apa berbedaan depresi pasca melahirkan dan baby blues syndrome?
Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Bantuan Tunai Rp 19 Miliar untuk Bantu Korban Gagal Ginjal Akut
Dilansir dari Health Shots, Jumat (27/10), baby blues syndrome adalah salah satu gangguan yang dapat terjadi setelah melahirkan.
Hal ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormon secara tiba-tiba dan kombinasi antara stres, kekurangan tidur, serta kelelahan.
Wanita dengan masalah baby blues syndrome dapat menangis secara tiba-tiba dan sangat rapuh secara emosional.
Umumnya, kondisi ini akan hilang selama beberapa minggu, tetapi jika terus memburuk mungkin saja ibu mengalami depresi pasca melahirkan.
Ya, depresi pasca melahirkan atau postpartum depression bisa dibilang lebih parah dari baby blues syndrome.
Postpartum depression atau depresi pasca melahirkan, merupakan gangguan suasana hati yang dapat menyerang wanita setelah melahirkan.
Baca Juga: Pola Makan yang Harus Dihindari di Usia 40 Tahun ke Atas, Agar Tetap Sehat
Hal ini menyebabkan pengidapnya mengalami perasaan sangat sedih, cemas, dan tubuh kelelahan.
Masalah ini memengaruhi kemampuan wanita untuk merawat diri sendiri atau bayinya.
Oleh karenanya, ketahui beberapa penyebab depresi pasca melahirkan berikut ini.
Dikatakan dr Imraan Noorani , konsultan psikolog di Pusat Perkembangan Anak, Rumah Sakit Sir Ganga Ram, New Delhi, berikut pemicu depresi pasca melahirkan.