Berita Terkini
Kesehatan

Ini Pesan Menteri Kesehatas Terkait Gangguan Jiwa

Oleh Haeruddin · Senin, 30 Oktober 2023 15:43 WIB · 2 menit baca
Ini Pesan Menteri Kesehatas Terkait Gangguan Jiwa
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung Nusantara II Senayan, Jakarta, Rabu (30/8/2023). (Dok: JawaPos.com)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kerap mendapatkan diskriminasi. Kesadaran masyarakat untuk kesehatan jiwa juga masih setengah-setengah.

Melihat hal itu, Kementerian Kesehatan menyadari perlunya dimulai transisi layanan kesehatan jiwa yang berfokus pada promotif dan preventif.

Baca Juga: Waspadai Hipertensi, Kenali Gejala dan Cara Mencegah

Salah satunya adalah melalui kickoff pengembangan model layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat. Pilot project itu diluncurkan di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (27/10) lalu.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pasien gangguan jiwa berhak mendapatkan layanan terapi medis yang tepat.

Agar pasien segera pulih, Budi ingin adanya keterlibatan keluarga dan dukungan lingkungan sekitar. Terutama untuk memberikan layanan humanis tanpa adanya tindakan-tindakan diskriminatif.

"Baik bagi mereka yang mengalami gangguan mood, ansietas, skizofrenia, maupun gangguan neurodevelopmental seperti autisme, gangguan neurodegeneratif seperti demensia, maupun adiksi NAPZA. Kesehatan jiwa haruslah untuk semua," ucapnya.

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia jatuh setiap 10 Oktober. Melalui proyek pionir itu, diharapkan dapat menggeser fokus penanganan kesehatan jiwa.

"Yang harus dikejar adalah promotif preventif, bukan kuratif. Yang harus dikejar adalah sisi hulu bukan hilir," ucap Budi.

Baca Juga: Darah Tinggi Tidak Hanya Lansia, Ini 3 Pemicunya yang Paling Fatal

Upaya promotif preventif yang dimaksud adalah memberikan edukasi kepada masyarakat secara masif terkait pentingnya menjaga kesehatan jiwa.

Menurut Budi, perlu adanya skrining awal agar gejala gangguan kesehatan jiwa dapat diatasi sebelum menjadi parah. Mulai dari lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, lingkungan kerja. Sehingga, perlu dirumuskan bagaimana cara untuk mendeteksi gejala gangguan kesehatan mental lebih awal. (lyn/c17/bay)