Berita Terkini
Nasional

Ekonomi Sirkular Lahirkan Energi Terbarukan, Cegah Kerusakan Bumi

Oleh Haeruddin · Sabtu, 4 November 2023 22:47 WIB · 2 menit baca
Ekonomi Sirkular Lahirkan Energi Terbarukan, Cegah Kerusakan Bumi
Ilustrasi: Energi terbarukan. ((Smart Energy International))

PUBLIKSATU, - Suhu udara belakangan ini begitu panas dan terik. Sadar tak sadar kondisi itu salah satu pemicunya akibat kenaikan suhu global dan cuaca ekstrem. Fenomena perubahan iklim itu disebabkan oleh emisi gas rumah kaca. Dampaknya, hilangnya ekosistem dan spesies.

Menurut Elpido, pencemaran udara, air, dan tanah telah menimbulkan kerugian yang signifikan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Salah satu upaya mencegahnya dengan menerapkan ekonomi sirkular.

Baca Juga: Menko PMK Muhadjir Tinjau Pembangunan Masjid Hj Andi Nurhadi Milik Mentan Andi Amran

"Konsep ekonomi sirkular memungkinkan limbah hasil produksi diolah kembali hingga bisa menjadi energi baru untuk proses produksi selanjutnya," ungkap Elpido yang didaulat sebagai salah satu narasumber dalam Konferensi Internasional Teknologi dan Manajemen Lingkungan (EMTC) 2023 yang berlangsung di Bali, 1-3 November 2023.

Elpido merupakan praktisi pengolahan limbah B3 dari PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI).

Elpido menuturan, konsep ekonomi sirkular bukan hanya melahirkan energi terbarukan. Namun, juga mampu menjaga kelestarian lingkungan dan bahaya yang timbul akibat pencemaran lingkungan oleh limbah berbahaya yang dihasilkan oleh dunia industri.

Dia menyebutm PPLI mendukung konsep sirkular ekonomi. Konkretnya, PPLI mengurangi pemakaian bahan-bahan alam, seperti pengolahan air limbah dan penggunaan kembali.

"Semua itu selaras dengan semangat energi terbarukan, yaitu pengurangan pengambilan sumber daya alam air tanah yang telah digantikan dengan air limbah yang telah diproses," imbuhnya.

Baca Juga: Tenaga Honorer Resmi Dihapus, Lihat Bab 14 Pasal 66 UU ASN Baru

Dia mengklaim, PT PPLI telah lama menggunakan teknologi sistem distilasi vakum untuk mengolah limbah yang memilki kandungan ion terlarut tinggi. Biasanya itu ditemukan di berbagai industri, seperti migas.

Untuk diketahui, PPLI merupakan industri pengolahan limbah B3 yang lebih dari 30 tahun berkecimpung dalam industri limbah di Indoneisia. Elpido memaparkan tentang teknologi pengolahan yang kian maju saat ini.

"Sejumlah teknologi yang dikembangkan PPLI di antaranya insinerator yang ramah lingkungan serta fasilitas pengolahan limbah PCBs," ungkapnya.

Konferensi internasional EMTC 2023 diikuti oleh akademisi sejumlah negara dan dalam negeri. Mereka berasal dari sejumlah pemangku kepentingan dari 7 negara.

Peserta konferensi itu sangat menyoroti perubahan iklim.