Doa Keselamatan Untuk Bangsa, Mahfud MD Sebut Salah Satu Bentuk Ibadah Adalah Memilih Pemimpin yang Amanah

PUBLIKSATU, GRESIK - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar Doa Keselamatan untuk Bangsa bersama Ganjar-Mahfud MD di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Jumat (3/11) malam. Lebih dari 50 ribu kiai dan santri mengikuti ritual akbar doa dan salawatan itu.
Kota Pudak menjadi saksi kekhusyukan puluhan ribu massa dalam memanjatkan doa dan salawat. Sejak pukul 16.00 WIB, massa berbondong-bondong memenuhi stadion. Tak hanya untuk berdoa bersama, kehadiran mereka juga sebagai wujud dukungan terhadap pasangan Ganjar-Mahfud sebagai calon presiden dan calon wakil presiden RI.
Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ganjar Pranowo, Mahfud MD, dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani berziarah ke makam Sang Proklamator Bung Karno di Kota Blitar. Namun, hanya Puan dan Mahfud MD yang mengikuti acara Doa Keselamatan untuk Bangsa di Gresik.
"Ibu Megawati dan Mas Ganjar Pranowo menyampaikan salam hangat, dan memohon maaf belum berkesempatan hadir karena memang kami harus membagi badan, dan berbagi tugas,’’ ujar Puan.
Ketua DPR RI itu berharap doa dan salawat dari masyarakat Jawa Timur dapat membawa berkah dan manfaat, serta membawa keselamatan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. ’’Membuat Indonesia sejahtera, adem tentrem, dan semakin dicintai rakyatnya,’’ lanjutnya.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Bersama Erick Thohir Kompak Turut Pawai Tropi Piala Dunia U-17 di Solo
Sementara itu, Mahfud MD mengaku bersyukur karena sejak Indonesia merdeka, umat Islam bisa beribadah dengan nyaman di bawah perlindungan negara. ’’Sebagai bentuk syukur, kita harus beribadah dengan baik sesuai agama yang kita anut, yaitu agama Islam,’’ katanya.
Mahfud menambahkan, salah satu bentuk ibadah adalah memilih pemimpin yang shiddiq, amanah, tablig, dan fatanah. Pemimpin yang shiddiq berarti jujur dan bisa dipercaya, tidak suka menipu, tidak suka korupsi, dan tidak suka memakan hak rakyat.
Kedua, amanah, yakni menyampaikan tugas dengan benar, menyampaikan hak kepada mereka yang punya hak yang harus diberikan, selalu menepati janji, memenuhi tugas, dan melaksanakan sumpah-sumpah jabatannya.
Ketiga, tablig, yakni menyampaikan kebenaran secara terbuka, tidak membuat berita bohong atau hoaks, tapi menyampaikan apa adanya tentang masalah negara dan bagaimana cara menyelesaikannya bersama-sama.
Baca Juga: Jadi Ketua U-40, Jerry Sambuaga sebut 2024 Tahunnya Anak Muda
Keempat, fathonah. Yakni, seorang pemimpin harus punya kecerdasan untuk menganalisis, kemudian membawa rakyatnya keluar dari kesulitan-kesulitan untuk menuju kebaikan. ’’Pemimpin sekurang-kurangnya mempunyai empat sifat itu,’’ tegas Mahfud.
Ganjar Cucu Mantu Mbah Hisyam
Dari tiga nama calon presiden (capres), Ganjar Pranowo disebut sebagai sosok yang paling dekat dengan Nahdlatul Ulama (NU). Pasalnya, istri Ganjar, Siti Atikoh Supriyanti, merupakan cucu KH Muhammad Hisyam Abdul Karim atau Mbah Hisyam.