Jangan Duduk Terlalu Lam, Ini Bahaya Menurut Ahli!

PUBLIKSATU, - Dewasa ini, maraknya bekerja secara remote atau work from home (WFH) telah mengubah gaya hidup masyarakat.
Semenjak pademi covid-19, sistem kerja remot alias WFH, membuat masyarakat saat ini lebih sering menggunakan waktu mereka untuk bekerja di depan layar komputer.
Baca Juga: Simak Penyebab dan Cara Mengatasi Brain Fog atau Kabut Otak!
Lantas, pernahkah Anda menghitung seberapa lama telah menghabiskan waktu untuk duduk?
Studi baru yang diterbitkan di British Journal of Sports Medicine, mencoba untuk memeriksa seberapa waktu duduk yang dikaitkan dengan risiko kematian dini dan seberapa banyak aktivitas fisik yang diperlukan untuk dapat mengimbangi risiko tersebut.
Hasilnya mengungkapkan bahwa berolahraga selama 22 menit setiap harinya dapat mengimbangi risiko kesehatan yang disebabkan karena duduk terlalu lama atau memiliki gaya hidup yang tidak banyak bergerak.
Dikutip dari Health.com, Minggu (5/11), para ahli mengungkapkan bahwa menghabiskan lebih dari 12 jam sehari hanya untuk duduk tanpa melakukan olahraga setidaknya 22 menit, bisa meningkatkan risiko kematian sebesar 38 persen.
Salah satu faktor utama yang muncul karena terlalu lama duduk adalah terhambatnya kemampuan pembuluh darah untuk memperluas peningkatan aliran darah, sehingga berpotensi meningkatkan risiko serangan jantung dan menghambat metabolisme tubuh.
Dalam penelitian lain juga menunjukkan bahwa gaya hidup yang tidak banyak bergerak dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan seperti penyakit kardiovaskular, risiko kanker, bahkan depresi dan gangguan kognitif.
Seorang ahli jantung dan Kepala Dokter di Lehigh Valley Heart and Vascular Institute, Ronald Freudenberger mengatakan bahwa sistem kerja otot sangat penting untuk fleksibilitas, keseimbangan, dan untuk membatasi potensi nyeri punggung, terutama seiring bertambahnya usia.
“Saya memberi tahu pasien saya untuk melakukan apa yang disukai, apapun itu yang bersifat aerobik, tidak harus mewah. Anda bisa berjalan naik dan turun tangga. Berimprovisasi dan manfaatkan apa yang tersedia di sekitar Anda,” kata Freudenberger.
Para ahli menyatakan akan pentingnya untuk menambah lebih banyak aktivitas fisik, mereka menyarankan untuk melakukan olahraga yang disukai entah itu bersepeda, berenang, berjalan kaki, bermain bola atau melakukan aktivitas menyenangkan lainnya. ***