Berita Terkini
Nasional

Ini Perbedaan Timses dan Relawan di Pilpres 2024

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Selasa, 7 November 2023 12:48 WIB · 2 menit baca
Ini Perbedaan Timses dan Relawan di Pilpres 2024
Ilustrasi Foto/RMOL

PUBLIKSATU, JAKARTA - Perbedaan istilah tim sukses (Timses) dan relawan penting menjadi wawasan masyarakat jelang perhelatan Pilpres 2024.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen mengungkapkan bahwa timses dibentuk oleh pemilik pesta atau acara hajatan, sementara Relawan dibentuk oleh kelompok masyarakat dengan latar belakang visi dan misi yang sama untuk mendukung suksesnya acara hajatan.

“Hal ini perlu dijabarkan meski tidak menjawab sempurna apalagi sampai tuntas. Kedua kata atau gabungan kata timses dan relawan, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat kelas bawah, karena menjamurnya organ relawan sebagai pendukung capres-cawapres yang sedang berkompetisi,” kata Silaen dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/11).

Dia menjelaskan, soal istilah atau penyebutan timses dan relawan yang sedang hitz, istilah keduanya memiliki senyawa dan pengertian dan tujuan yang sama, perbedaannya pada caranya terbentuk.

Baca Juga: Suami Yenny Wahid Masuk Struktur TKN Prabowo-Gibran

“Relawan dan timses itu sebenarnya tidak ada bedanya, hanya bedanya adalah, kalau timses dibentuk dari atas alias top to down sedangkan relawan datangnya dari bottom to up. Artinya kelompok pendukung yang berinisiatif datang dari bawah merangsek ke atas," tutur aktivis organisasi kemasyarakatan pemuda itu.

“Selanjutnya, kalau relawan berharap dibantu oleh pemilik hajat atau pesta. Sedangkan timses itu langsung 'dimodali' oleh pemilik agenda atau pemilik kegiatan (pesta) secara langsung sesuai budget yang disiapkan," ungkap Silaen.

Lanjut dia, pemilik kegiatan memenuhi anggaran kebutuhan yang akan digunakan untuk mensukseskan acaranya. Timses sudah memiliki 'pos-pos' anggaran sesuai dengan tupoksi atau agenda yang hendak dicapai.

“Itu demi meraih kesuksesan seperti yang ditetapkan 'pemilik' atau bisa juga timses diberikan kewenangan dan kesempatan untuk mencari dukungan lain," bebernya.

Sementara, organ-organ relawan memiliki semangat yang tinggi untuk berjuang meskipun tak digaji atau menerima upah sesuai dengan kinerjanya.

Baca Juga: Romahurmuziy tidak Khawatir dengan Isu Ganjar Pranowo Nonton video porno Dijadikan Alat Kampanye Negatif

“Ada pameo dikalangan aktivis kalau relawan makmur maka timses lebih sejahtera, sebaliknya kalau relawan terseok-seok maka timses belum tentu demikian," seloroh dia.

Masih kata Silaen, meskipun relawan tidak semua memiliki sense of belonging yang sama, tergantung pada niat masing-masing relawan. Artinya tidak bisa dipukul sama rata, demikian juga timses ada saja yang bermain 'dua kaki' karena bagian dari kelompok elite.

“Hal demikian tidak bisa terjadi dengan relawan. Kenapa? Karena Relawan itu basisnya adalah kepercayaan 'personal' yang ikut bergabung di organ relawan tersebut, tapi ada saja yang 'tergoda', lalu putar haluan," tutur Silaen.