Pemberian Bansos Pangan untuk 22 Juta KPM Diperpanjang Hingga Tahun Depan

PUBLIKSATU, JAKARTA - Pemerintah berencana memperpanjang pemberian bantuan pangan berupa beras hingga Juni tahun depan. Bantuan akan menyasar lebih dari 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, penyaluran bantuan pangan beras pada September mencapai 94,95 persen. Lalu, pada Oktober tersalurkan 94,89 persen. Bulan ini, baru 18,45 persen yang disalurkan.
Baca Juga: BLT El Nino Senilai Rp 400 Ribu Belum Cair Bulan ini, Simak Alasan Sri Muliyani!
”Kondisi (beras) Bulog, stoknya per 2 November adalah 1.442.954 ton,” kata Airlangga setelah rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (6/11).
Ihwal keberlanjutan bantuan pangan, Jokowi telah setuju pada 2024 akan ada bantuan pangan mulai Januari hingga Juni. ”Beras yang akan diberikan tetap 10 kg,” kata Airlangga.
Bantuan itu diberikan kepada 22.004.077 penerima manfaat. Ada juga bantuan pangan untuk 1.446.809 keluarga rawan stunting (KRS) yang per kuartalnya Rp 446,242 miliar.
Terkait stok beras, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, tahun ini sudah dilakukan impor 2 juta ton beras plus 1,5 juta ton yang digunakan untuk bantuan pangan. ”Banyak dari Vietnam, Thailand. Ada juga dari Myanmar dan mungkin nanti Kemendag bantu dari India,” bebernya.
Baca Juga: KAI Berikan Diskon 25 persen untuk 29 Perjalanan Kereta
Secara terpisah, Menkeu Sri Mulyani menambahkan, pemerintah memberikan tambahan bantuan beras dengan sasaran 21,3 juta KPM (penerima PKH dan/atau sembako). Nilainya 10 kg per KPM. Durasi penyelenggaraan selama 1 bulan, yakni pada Desember. Kebutuhan anggaran untuk tambahan itu mencapai Rp 2,67 triliun dengan penyelenggara Bapanas.
Selain itu, pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) dampak El Nino. Meski, saat ini masih ada beberapa urusan administrasi yang membuat BLT El Nino belum cair.
”Dari tempat Bu Menteri Sosial (Mensos Tri Rismaharini) ini surat sudah disampaikan. Jadi, prosesnya akan bisa diakselerasi November–Desember 2023 kita transfer satu kali. Sehingga langsung untuk dua bulan sekaligus,’’ ujarnya di Kemenko Perekonomian kemarin (6/11).
BLT El Nino diberikan ke 18,8 juta penerima sembako senilai Rp 400 ribu per KPM. ”Ini penerimanya sudah ada by name, by address, dan by number. Yang mengeksekusi adalah Kementerian Sosial," imbuhnya. (lyn/dee/c7/fal)