Dosen UM Malang: Agenda Politik Luar Negeri Capres-Cawapres

PUBLIKSATU, JAKARTA - Di tengah perubahan lanskap politik global dan transformasi hubungan internasional, menarik untuk mencermati visi misi tiga pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) terkait agenda politik luar negeri (polugri) Indonesia ke depan. Tulisan Najamuddin Khairur Rijal, Dosen Hubungan Internasional Dan Wakil Dekan I Fisip Universitas Muhammadiyah Malang selanjutnya berusaha membedah orientasi ketiga pasang kandidat terkait dengan peran dan posisi Indonesia di kancah internasional.
Anies-Muhaimin
Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mengusung visi ’’Indonesia Adil Makmur untuk Semua’’. Melalui dokumen setebal 148 halaman, visi itu hendak dicapai dengan delapan misi yang disebut Jalan Perubahan. Melalui diksi tersebut, pasangan itu dengan jelas mengusung agenda perubahan (change) terhadap berbagai kebijakan dan titik fokus pemerintahan sebelumnya. Apalagi, jamak disebut bahwa Anies adalah antitesis dari Jokowi.
Jalan Perubahan itu mencakup delapan misi. Misi terkait dengan hubungan internasional Indonesia dinyatakan pada poin ketujuh, yakni ’’Memperkuat sistem pertahanan dan keamanan negara serta meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia dalam kancah politik global untuk mewujudkan kepentingan nasional dan perdamaian dunia’’.
Baca Juga: MKMK Memutuskan Anwar Usman Dilarang Terlibat Persidangan Sengketa Pemilu 2024
Berdasar rumusan misi di atas, dapat dipahami bahwa fokus Anies-Muhaimin adalah penguatan sistem pertahanan dan keamanan untuk menegaskan kedaulatan Indonesia. Setelahnya, baru kemudian mendorong peningkatan peran dan kepemimpinan Indonesia di level global. Tujuannya adalah pencapaian kepentingan nasional dan mewujudkan perdamaian dunia.
Dengan demikian, perspektif polugri yang akan dilakoni adalah melihat ke dalam (inward-looking), lalu melihat ke luar (outward-looking). Jika digambarkan, pola orientasi polugrinya adalah membangun Indonesia dari dalam, lalu berperan di level global, untuk mencapai tujuan nasional dan berkontribusi global (from domestic, to global, and for national interest and global affairs).
Ganjar-Mahfud
Adapun pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengusung visi ’’Menuju Indonesia Unggul: Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari’’. Visi itu ditunjang dengan delapan misi Gerak Cepat dalam dokumen sebanyak 63 halaman. Karena itu, semua misi diawali dengan kata ’’mempercepat’’, sehingga agenda utama yang diusung adalah percepatan (acceleration).
Percepatan yang ingin dilakukan mulai dari aspek pembangunan manusia, ilmu pengetahuan, ekonomi dan pembangunan, digitalisasi, lingkungan hidup berkelanjutan, demokrasi, hingga peningkatan peran Indonesia di dunia. Agenda polugri pasangan itu dinyatakan pada misi kedelapan, yakni ’’Mempercepat peningkatan peran Indonesia dalam mewujudkan tata dunia baru yang lebih berkeadilan melalui politik luar negeri bebas aktif dan memperkuat pertahanan negara.’’
Baca Juga: Atas Pencopotan Anwar Usman dari Ketua, Mahfud Sebut Bangga dengan MK
Rumusan misi di atas dapat dikatakan sebagai kebalikan dari misi polugri Anies-Muhaimin. Jika Anies-Muhaimin berawal dari penguatan pertahanan-keamanan, lalu peningkatan peran global Indonesia, maka fokus Ganjar-Mahfud berawal dari mempercepat peningkatan peran sentral Indonesia dalam tata dunia baru, yang diikuti penguatan kedaulatan melalui sistem pertahanan.
Perspektifnya, outward-looking lalu inward-looking. Jika digambarkan, pola orientasi polugrinya adalah meningkatkan peran Indonesia di kancah global, lalu memperkuat pertahanan untuk menegaskan kedaulatan negara guna mencapai cita-cita sebagai negara maritim (from global, to domestic, and for national goals).
Prabowo-Gibran