Ketahui Penyebab hingga Cara Mengobati Hernia Nukleus Pulposus atau Saraf Kejepit
Bagikan

PUBLIKSATU, - Kondisi Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau yang lebih dikenal dengan kondisi saraf kejepit umum terjadi pada masyarakat.
Tulang belakang adalah struktur kompleks yang menopang tubuh dan menampung sistem saraf pusat, yang terdiri dari tulang belakang, masing-masing dipisahkan oleh cakram intervertebralis sebagai bantalan.
Baca Juga: Simak Penanganan Deteksi Dini Penyakit Strok Menurut Pakar Dokter UNAIR
HNP ini terjadi karena kondisi tulang belakang yang memburuk atau cakram pada tulang tersebut pecah, cakram tergelincir, atau cakram hernia.
Cakram pada tulang belakang ini penting bagi tulang belakang. Namun bisa saja, cakram ini tidak berfungsi karena penuaan, cedera akut, genetika, bahkan postur tubuh yang buruk.
Bagaimana gejala, penyebab, hingga cara mengobatinya? Simak ulasan berikut.
Penyebab Hernia Nukleus Pulposus atau saraf kejepit
Dilansir dari Synergy Spine & Orthopedics, kondisi Hernia Nukleus Pulposus atau saraf kejepit ini sering disebabkan oleh degenerasi yang terjadi akibat faktor usia.
Terdapat faktor lain yang mempercepat kerusakan, yaitu:
1. Obesitas.
2. Gaya hidup yang jarang bergerak.
3. Cedera akut, seperti kecelakaan mobil, jatuh, atau aktivitas olahraga.
4. Mengangkat dengan tidak benar.
5. Kelainan tulang bawaan.
6. Merokok.
7. Konsumsi alkohol berlebih.
8. Kecenderungan genetik.
Gejala yang ditimbulkan saraf kejepit
Kondisi HNP ini sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun bisa menimbulkan rasa sakit pada sebaran akar saraf yang terkena. Nyeri biasanya timbul secara tiba-tiba dan nyeri punggung biasanya hilang dengan istirahat.
Gejala Hernia Nukleus Pulposus umumnya serupa dengan gejala penyakit tulang belakang dan penyakit punggung serius lainnya, seperti kanker, stenosis tulang belakang, dan degenerasi sendi facet.
Gejala lainnya, seperti: