Usai Kritik Putusan MK, Ketua BEM UI Ngaku Dapat Intimidasi dari Oknum TNI dan Polri

PUBLIKSATU, JAKARTA - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Melki Sadek Huang menyatakan, dirinya mengalami intimidasi dari berbagai pihak, setelah mengkritisi hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Melki mengaku bahwa upaya tersebut dilakukan tidak hanya untuk pribadinya, tapi juga pada keluarga.
Melki bercerita kalau ibundanya telah didatangi oleh aparat keamanan, mulai dari oknum TNI hingga Polri.
Baca Juga: Zulhas Ingin Pemilu dan Pilpres 2024 Jurdil
"Ibu saya di rumah didatangi aparat keamanan ada dari TNI, ada dari Polri menanyakan ke ibu saya, Melki itu biasa balik ke rumah kapan? Melki itu dulu kalau di rumah ngapain aja? Ibu komunikasinya gimana dengan Melki?," kata Melki kepada wartawan, Rabu (8/1).
Melki berujar, tindakan intimidasi datang setiap kali BEM UI mengadakan acara diskusi. Dia mengaku selalu ditelepon aparat yang meminta diskusi ditunda atau dialihkan.
"Terkait acara ini apakah bisa dialihkan apakah konsepnya bisa online atau bisa diredam atau bisa dialihkan ke ruang aja jangan di publik,” ucap Melki.
Baca Juga: Harta Kekayaan Anwar Usman Naik Drastis Hingga Rp 33,49 Miliar
Namun, Melki menegaskan bahwa intimidasi yang menyasar dirinya adalah bentuk jalan kebenaran yang tengah dijalaninya. Ia pun menilai, saat ini pemerintah sudah dalam kondisi mengkhawatirkan.
“Teman-teman yang hari ini berusaha untuk melawan, jaga diri masing-masing kondisi kekuasaan makin mengkhawatirkan,” pungkasnya.