Prabowo Pernah Gagalkan Korupsi Rp 51 T, Harga Senjata Di-Mark up 1250 Persen

PUBLIKSATU, JAKARTA - Wakil Dewan Pengarah TKN, Hashim Djojohadikusumo menceritakan Prabowo Subianto pernah berhasil mencegah korupsi senilai Rp 51 triliun di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Peristiwa ini terjadi pada awal-awal Prabowo menjabat sebagai Menhan.
"Waktu pak Prabowo diangkat sebagai menteri pertahanan, bulan-bulan pertama, di atas meja dia ada kontrak-kontrak yang harus dia tanda tangani senilai Rp 51 triliun," kata Hashim kepada wartawan, Kamis (16/11).
Hashim saat itu melihat telah terjadi penambahan harga pembelian barang begitu besar. Dia bahkan tak habis fikir, ada anggaran semacam itu.
Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo: Prabowo Bilang Lebih Baik Anak muda yang Bersih daripada Orang Tua Koruptor
"Dan waktu itu kami sudah dapat laporan, saya dapat laporan, di kontrak ini korupsi mark up-nya gila. Ini lebih gila, ini gila, ini gila, gilanya memang melampaui gila," ucapnya.
"Ada satu kontrak mark up-nya 1.250 persen. Ada satu senjata harga pabrik 800 dolar satu senjata senapan canggih, yang datang ke mejanya Prabowo harganya 10.800 dolar," imbuhnya.
Karena mengungkap rencana korupsi ini, Prabowo mendapat cibiran 'Prabocor'. Namun, di balik itu, Hashim menilai ada pihak yang begitu serakah mengambil uang negara.
"Kerakusan di Indonesia ini sudah melampaui batas. Batas yang gila, lebih gila lagi. Ini adalah uang kalian, uang yang mau dirampok adalah is your money," jelasnya.
Baca Juga: Capres Ganjar Dorong Pemerintah Daerah Segera Merancang Perda Terkait dengan Ponpes
Hashim menyampaikan, Prabowo pun sepakat untuk membatalkan seluruh kontrak tersebut. Padahal, jika kakaknya memiliki niat jahat, dia bisa mendapat keuntungan besar dengan meloloskan kontrak tersebut.
"Dia batalkan semua kontrak. Dia batalkan kontrak-kontrak senilai Rp 51 triliun. Daripada dia merestui korupsi karena dia sudah tahu ini korupsi. Maaf kalau dia jahat, dia minta aja 1 persen dari rekanan, satu persen dari Rp 51 triliun berapa? Rp 510 M, bisa paham kan? Kalau dia minta 5 persen saja, Rp 2,5 T bukan?" kata Hashim.
"Prabowo menolak godaan, saya bersaksi, saya saksi. Dia selamatkan uang kalian, your money, itu uang kalian. Dia selamatkan, ya Rp 15 - 20 T dari tangan-tangan koruptor," pungkasnya.