Berita Terkini
Sultra

La Ode Darwin Serukan Falsafah Daerah "Koemo Wuto Sumanomo Liwu"

Oleh La Gola · Senin, 20 November 2023 12:43 WIB · 2 menit baca
La Ode Darwin Serukan Falsafah Daerah "Koemo Wuto Sumanomo Liwu"
La Ode Darwin bersama beberapa tokoh masyarakat (La Gola)

PUBLIKSATU, LAWORO-Salah satu falsafah daerah Muna sudah hampir terlupakan di era generasi digital sekarang. Pengaruh perkembangan zaman bagian dari faktor yang mempengaruhi gesekan falsafah tersebut. Adalah falsafah "Koemo Wuto Sumanomo Liwu" jika dijewantahkan artinya jangan pikirkan diri sendiri, tetapi pikirkan nasib daerah.

Baca Juga: JK Memastikan Dirinya Bersikap Netral di Pemilu 2024

Salah seorang Bakal Calon (Balon) Bupati Muna Barat (Mubar), La Ode Darwin saat kunjungannya dibeberapa desa menemui warga mengaungkan falsafah daerah itu agar menjadi jati diri. Ia mengajak seluruh kalangan agar sejatinya selalu berpikir tentang nasib daerah.

"Falsafah daerah "Koemo Wuto Sumanomo Liwu" nyaris pupus diera sekarang ini. Padahal falsafah ini pijakan kita untuk membangun daerah. Mengajarkan kita untuk tidak mementingkan diri sendiri, tetapi lebih mengarah untuk kepentingan daerah. Kepentingan daerah lebih utama diatas kepentingan pribadi,"ungkapnya.

Menurutnya, jika mencermati pola kehidupan saat ini di Mubar khususnya kalangan elit tertentu, lebih mendominasi kerja-kerja kepentingan pribadi dibanding kepentingan daerah yang dapat mengarah pada pernyetaraan seluruh masyarakat.

Baca Juga: Tiga Capres dan Cawapres Siap Hadir Dialog Publik yang Digelar Muhammadiyah

"Kalau daerah kita ini sudah maju dan berkembang, yakin dan percaya masyarakatnya pasti akan mengikut. Namun untuk menuju yang dicita-citakan itu perlu kesadaran. Bertindak tidak hanya mementingkan pribadi, tetapi bagaimana memberikan dampak positif bagi daerah untuk kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,"tuturnya.

Nampaknya pria kelahiran Kusambi itu menyerukan falsafah daerah Koemo Wuto Sumanomo Liwu, hasil kontemplasi panjang dari totalitas kehidupannya. Lahir dari keluarga sederhana, pengusaha sukses, hingga ingin mewujudkan cita-cita untuk mengabdikan diri terhadap daerah kelahirannya Mubar.

"Sebelum saya berniat mencalonkan diri sebagai calon bupati, saya introspeksi diri dulu. Apakah diri saya memungkinkan dan pantas untuk menjadi calon bupati?. Ternyata hasil introspeksi diri, layak dengan segala persiapan,"ucapnya.

Katanya, menjalani proses pemilihan bupati Mubar kedepan, ia tidak akan membangun konsensus politik dengan para pengusaha ataupun para kontraktor untuk menggalang kekuatan finansial. Dirinya akan menggunakan kekuatan finansial pribadi.

Baca Juga: Mendagri Ancam Copot Penjabat Kepala Daerah Tak Netral

"Saya tidak mau ada keterikatan dengan para pengusaha atau kontraktor. Karena kalau kita gadaikan diri dengan komitmen politik, maka ketika menjadi bupati yang terpikir duluan adalah hasil komitmen dengan pengusaha dengan kontraktor itu. Kalau saya terpilih tidak ada beban. Uang yang saya gunakan bukan sumbangan dari pihak manapun. Tetapi milik pribadi saya,"terangnya.(Gola)