Rupanya Terlalu Banyak Minum Air Juga Berbahaya, Ini Penjelasannya!

PUBLIKSATU, - Untuk menjaga kesehatan optimal, sangat penting bagi orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari sesuai dengan kapasitasnya.
Dengan mengonsumsi setidaknya dua liter air per hari, tubuh dapat menjaga fungsi sel, jaringan, dan organ agar tetap optimal, memastikan berbagai proses biologis berjalan dengan lancar.
Baca Juga: Hindari Sebelum Parah, Ini 7 Kebiasaan yang Sebabkan Sakit Punggung
Dilansir tertulis dari siloamhospitals.com oleh JawaPos.com menerangkan, overhidrasi merupakan kondisi yang terjadi ketika tubuh menerima kelebihan cairan.
Meskipun mengkonsumsi air putih memiliki berbagai manfaat penting bagi kesehatan, terlalu banyak minum dapat mengakibatkan dampak negatif.
Salah satunya adalah terjadinya kondisi overhidrasi. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat berpotensi merugikan keseimbangan cairan dan fungsi organ-organ vital.
Oleh karena itu, penting bagi individu untuk memahami batas kebutuhan cairan tubuh dan menjaga keseimbangan konsumsi air agar tetap sesuai dengan kebutuhan fisiologis tubuh.
Jika tubuh mengalami kelebihan cairan atau overhidrasi, hasilnya mencakup gangguan keseimbangan elektrolit, seperti penurunan kadar natrium dalam darah.
Lalu apa yang terjadi akibat kelebihan cairan atau overhidrasi. Akibat yang terjadi adalah sebagai berikut ini:
Air, sebagai komponen utama tubuh yang menyusun sekitar 50–70 persen bagian tubuh, esensial untuk fungsi optimal setiap organ, jaringan, dan sel.
Meskipun penting untuk memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi air secara rutin, tetapi perlu diingat bahwa konsumsi berlebihan dapat mengakibatkan overhidrasi.
Yang berpotensi menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit seperti hiponatremia dan bahkan pembengkakan paru pada kondisi ekstrim.
Overhidrasi, dapat terjadi baik akibat konsumsi berlebihan air maupun karena ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan kelebihan cairan, berpotensi membahayakan dan dapat menyebabkan keracunan air pada tubuh.
Kondisi itu terjadi ketika tubuh menerima terlalu banyak air, memiliki risiko tinggi pada atlet selama pertandingan dan dapat dipengaruhi oleh kondisi medis seperti skizofrenia, penggunaan obat MDMA (ekstasi), obat antipsikotik, dan diuretik.