Alzheimer dan Demensia tidak Sama, Pahami di sini Perbedaannya!

PUBLIKSATU, - Penyakit demensia dan alzheimer acapkali disalahartikan oleh banyak orang.
Secara umum, penyakit demensia dan alzheimer memang menyerang lansia di atas umur 65 tahun.
Baca Juga: Agar Bayi Tumbuh Baik, Ini 10 Makanan Sehat yang Disarankan Dikonsumsi Ibu Hamil
Namun, penyakit demensia dan alzheimer bukanlah kondisi yang bisa disamakan.
Meski sama-sama menyerang daya ingat, namun demensia dan alzheimer memiliki banyak perbedaan yang cukup signifikan.
Dilansir melalui laman healthline.com, Kamis (23/11), demensia adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan gejala yang mempengaruhi memori, kinerja aktivitas sehari-hari, dan kemampuan berkomunikasi.
Sementara alzheimer merupakan jenis demensia yang paling umum dan dapat memburuk seiring berjalannya waktu karena memengaruhi ingatan, bahasa, dan pikiran.
Seseorang dapat menderita lebih dari satu jenis demensia, hal ini dikenal sebagai demensia campuran.
Orang dengan penderita demensia campuran memiliki gejala dari dua atau lebih jenis demensia dan diagnosis demensia campuran hanya dapat dipastikan melalui hasil pemeriksaan.
Hal ini dapat berdampak besar pada kemampuan yang berfungsi secara mandiri dan menjadi penyebab utama kecacatan kalangan lanjut usia.
Demensia juga menjadi penyebab kematian kelima secara global dan kasusnya diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat dalam 30 tahun ke depan.
Lebih lanjut, demensia adalah istilah yang diterapkan pada sekelompok gejala yang berdampak negatif pada ingatan.
Sementara Alzheimer adalah penyakit progresif spesifik pada otak yang secara perlahan menyebabkan gangguan pada memori dan fungsi kognitif.
Biasanya, penderita penyakit Alzheimer, akan mengalami sel-sel mati otak dan hubungan antar sel otak perlahan terputus.