Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Beras 10 Kg Tepat Waktu dan Sasaran

PUBLIKSATU, JAKARTA - Pemerintah memastikan penyaluran bantuan pangan beras 10 kilogram (Kg) tepat sasaran dan tepat waktu hingga ke ujung timur Indonesia. Kondisi geografis dan sosial masyarakat yang beragam di tiap daerah memang menjadi tantangan yang harus ditangani selama proses penyaluran.
Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, penerima bantuan pangan beras pada tahun ini sudah by name by address. Dengan begitu, dari sisi penyaluran sangat bisa dilacak untuk memastikan tepat sasaran dan tepat waktu.
Baca Juga: Tekan Impor, Mentan Amran Genjot Upaya Khusus Percepatan Produksi Padi dan Jagung
"Mengenai database penerima bantuan pangan beras di tahun ini sudah by name by address. Dengan data mendetail seperti ini, kita ingin bantuan pangan beras dapat tepat sasaran dan tepat waktu. Jadi, bisa dilacak ke siapa, kapan, dan dimananya. Dengan ini aspek governance dapat terus terjaga," kata Arief dalam keterangan resmi, Rabu (23/11).
Dia menjelaskan, dalam proses penyaluran seluruh pihak berkolaborasi, mulai dari Perum Bulog, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Satgas Pangan Polri dan stakeholder lainnya.
"Performa Bulog dan para transporter untuk wilayah dengan kondisi menantang seperti di Papua ini, patut kita apresiasi. Tentunya berkolaborasi adalah kunci keberhasilan ketersampaian bantuan pangan beras ini ke masyarakat," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, dalam penyaluran bantuan pangan beras tahap kedua ini, Perum Bulog sebagai pengelola stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bekerja sama dengan transporter untuk penyalurannya. Transporter yang terlibat antara lain PT Jasa Prima Logistik (JPL) yang juga merupakan anak perusahaan Bulog, PT Pos Indonesia (POS), PT Dosni Roha Logistic (DNR), dan PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT).
Dalam hal transporter untuk wilayah Papua ditangani oleh YAT. Adapun realisasi penyaluran bantuan pangan beras untuk Provinsi Papua sampai 21 November tercatat 1.710.460 kg dari total alokasi sampai November 3.375.240 kg. Sementara realisasi secara nasional telah mencapai 612.148.470 kg atau 95,59 persen dari total 640.388.820 kg.
“Kita pahami ada kendala akses transportasi dikarenakan kondisi geografis di Papua. Ini yang menjadi tantangan suatu distribusi, namun secara kolaboratif telah dibuktikan pada keberhasilan penyaluran bantuan pangan beras tahap pertama. Termasuk wilayah Papua, bantuan pangan beras tahap pertama telah dapat dirampungkan 100 persen,” pungkas Arief. (jpg)