Jika Melalui Pendekatan Hukum, Perludem Sebut Sulit Politik Dinasti untuk Ditentang

PUBLIKSATU, JAKARTA - Politik dinasti yang terjadi di Indonesia sulit untuk ditentang jika hanya melalui pendekatan hukum semata.
Hal itu disampaikan peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kahfi Adlan Hafiz kepada wartawan, Minggu (26/11).
"Saya kira memang agak sulit melarang politik dinasti melalui pendekatan hukum ," ujar Kahfi
Baca Juga: Serap Aspirasi Rakyat, Prabowo Bakal Bertemu Kiai Langitan di Jatim
Menurutnya, untuk memberantas politik dinasti bisa dilakukan dengan cara menumbuhkan kesadaran etika dalam berpolitik, terutama pada para pejabat negara.
"Tentu yang paling penting hari ini adalah kesadaran etik para pejabat negara untuk menahan keluarganya maju dalam politik," kata Kahfi.
Baca Juga: Pejabat Negara, Menteri sampai Wali Kota yang Maju Pilpres 2024 Tak Perlu Mundur
Sebab, menurut Kahfi, jika kerabat dan keluarga para pejabat aktif maju dalam pertarungan pemilu, dikhawatirkan ada tindakan favoritisme yang dilakukan demi pemenangan keluarganya.
"Ini juga potensial terlihat gamblang menjelang masa kampanye ketika putra presiden menjadi cawapres," demikian Kahfi