Berita Terkini
Nasional

ASDP Terapkan Radius Batasan Pembelian Tiket Ferry Online Jelang Nataru

Oleh Haeruddin · Senin, 27 November 2023 15:21 WIB · 2 menit baca
ASDP Terapkan Radius Batasan Pembelian Tiket Ferry Online Jelang Nataru
Ilustrasi penumpang memasuki kapal ferry. ( (Dok. JawaPos.com))

PUBLIKSATU, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mulai menerapkan radius pembatasan area pembelian tiket ferry online menjelang Operasi Posko Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 atau Nataru, yakni sekitar 11 Desember 2023.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan tujuan dari penentuan radius ini adalah untuk menciptakan pelabuhan dan angkutan penyeberangan yang handal dan berkualitas mengacu pada 4 faktor, safety, security, services, dan pencemaran lingkungan.

Baca Juga: Kemenkeu Klaim Utang Pemerintah Turun Drastis per Oktober 2023

“Deteksi pembatasan area aksesibilitas pembelian tiket ferry online menggunakan fitur GPS Location yang tersedia di masing-masing perangkat smartphone pelanggan,” kata Shelvy Arifin dalam keterangan tertulis, Minggu (26/11).

“Apabila pelanggan mengakses reservasi tiket yang lokasinya berada di dalam radius yang dibatasi akan muncul pop up error message saat menekan tombol 'Cari Jadwal',” imbuhnya.

Lebih lanjut, Shelvy memastikan saat peraturan ini telah ditetapkan, maka sistem aksesibilitas pembelian tiket pada ferizy.com dan mitra resmi ferizy tidak dapat melayani pembelian tiket penyeberangan pada area yang telah ditentukan.

Dengan demkian, pembelian tiket secara mandiri melalui aplikasi ferizy maupun website trip.ferizy.com disarankan sudah dilakukan sejak jauh hari. Untuk diketahui, pembelian tiket sudah bisa dilakukan sejak H-60 keberangkatan.

Sehingga dengan begitu, kata Shelvy, pengguna jasa dapat lebih mempersiapkan dan merencanakan perjalanannya dengan matang. Selain itu, pengguna jasa juga dihimbau untuk memastikan koneksi internet dan GPS Location pada perangkatnya telah aktif untuk memastikan kelancaran saat proses pembelian tiket.

Shelvy juga berharap dengan adanya pemberlakukan regulasi ini dapat mendukung terpenuhinya pengelolaan pelabuhan yang handal. Serta meningkatkan kepatuhan pengguna jasa untuk dapat memiliki tiket dari jauh-jauh area sebelum pelabuhan atau paling lambat H-1 keberangkatan telah memiliki tiket.

“Hal ini tentunya dapat meminimalisir ketidakakuratan identitas penumpang dan kendaraan, lalu lintas di sekitar pelabuhan akan menjadi lebih tertib, memecah kepadatan, hingga mengurangi sampah yang disebabkan antrian penumpang,” pungkas Shelvy.

Adapun radius pembatasan aksesibilitas pembelian tiket adalah sebagai berikut:

1. Dari sisi terluar Pelabuhan Merak ke Hotel Pesona Merak atau sekitar 4,71 km.

2. Dari sisi terluar Pelabuhan Bakauheni ke Balai Karantina Pertanian atau sekitar 4,24 km.

3. Dari sisi terluar Pelabuhan Ketapang ke Terminal Sritanjung atau sekitar 2,65 km.

4. Dari sisi terluar Pelabuhan Gilimanuk ke Terminal Kargo atau sekitar 2 km.