Berita Terkini
Internasional

Disandera 8 Tahun, Warga Palestina Ungkap Perlakuan Kejam Israel

Oleh Haeruddin · Senin, 27 November 2023 16:02 WIB · 2 menit baca
Disandera 8 Tahun, Warga Palestina Ungkap Perlakuan Kejam Israel
Salah satu warga Palestina yang dibebaskan dalam pertukaran sandera Hamas-Israel. (Foto: diambil dari jawapos.com)

PUBLIKSATU, - Seorang warga perempuan Palestina pada Jumat (24/11), baru saja dibebaskan setelah lebih dari delapan tahun ditahan oleh Israel.

Sandera perempuan Palestina paling senior di penjara Israel, Maysoon Musa Al Jabali, mengatakan bahwa otoritas penjara Israel secara sewenang-wenang melakukan tindakan kekerasan dan penyiksaan terhadap tahanan perempuan Palestina.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Jerman dan Inggris Terancam Resesi

Dikutip dari Anadolu Agency pada Senin (27/11), ia menjelaskan betapa sulitnya masa-masa yang dialaminya setelah ditangkap pada Juni 2015.

Para sipir Israel tidak ragu untuk menggunakan gas beracun dan memberikan makanan dalam jumlah yang sangat terbatas kepada para tahanan.

Menurut Al Jabali, kondisi di penjara Israel semakin memburuk sejak Sabtu (7/10), saat milisi Hamas menyerang Israel.

Ia menggambarkan periode tersebut sebagai ‘masa-masa sulit’ yang mana menyebut bahwa Israel merampas segalanya dari para tahanan perempuan setelah tanggal tersebut.

Sipir-sipir Israel disebut melakukan penyiksaan dengan pukulan, semprotan gas, dan mengirim tahanan ke sel isolasi.

Mereka mengalami kekurangan makanan, di mana pihak penjara hanya menyediakan makanan untuk 80 tahanan, namun jumlahnya hanya cukup untuk 10 orang.

Meskipun telah dibebaskan, Al Jabali mengungkapkan bahwa warga Palestina yang merdeka tidak ingin kebebasan mereka diperoleh dengan cara seperti ini.

Ia menyebutkan bahwa mereka telah membayar harga yang mahal demi kebebasan tersebut.

Setelah dibebaskan, Al Jabali memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi.

Al Jabali, bersama dengan 33 tahanan anak-anak lainnya, tiba di Kota Al Bireh di Tepi Barat setelah mereka dibebaskan dalam rangka kesepakatan pertukaran sandera.

Sejumlah besar warga Palestina berkumpul di Lapangan Baljiyat di kota tersebut untuk menunggu para tahanan yang dibebaskan.

Sambil mengibarkan bendera Palestina, Hamas, dan Fatah, warga Palestina menyambut mereka.