Berita Terkini
Nasional

Aparat Penegak Hukum Diharapkan Tindak Tegas Dugaan Kebocoran 204 Juta DPT Pemilu

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Kamis, 30 November 2023 18:22 WIB · 2 menit baca
Aparat Penegak Hukum Diharapkan Tindak Tegas Dugaan Kebocoran 204 Juta DPT Pemilu
Calon presiden (capres) Ganjar Pranowo meluncurkan program 'Satu Desa, Satu Puskesmas dan Satu Tenaga Kesehatan' saat melakukan kampanye hari pertama di Merauke, Papua, Selasa (28/11). (Tim Ganjar Pranowo)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Calon presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo merespons kabar bocornya data 204 juta data Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024. Ganjar berharap aparat penegak hukum segera turun tangan mengatasi dugaan kebocoran data tersebut.

"Tentu saja APH kita harapkan segera bertindak dan KPU segera memperbaiki, sistemnya tidak boleh rentan, karena ini yang nanti membikin publik punya analisir-analisir negatif," kata Ganjar saat berkunjung ke GBI Mawar Saron, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (30/11).

Di sisi lain, ia mengaku Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud juga turut membantu menyelidiki dugaan kebocoran data DPT yang terjadi di KPU.

Baca Juga: Tanggal Pelaksanaan Debat Capres-Cawapres Telah Ditetapkan

"Sekarang sedang ditangani. Dari TPN juga memantau terus menerus dan kira pengen tau apa kemudian kekurangan yang ada di sana. Tim IT kami juga sedang mencoba memantau terus menerus," ucap Ganjar.

Meski demikian, Ganjar berharap KPU segera memperbaiki sistem data agar tak ada lagi kebocoran masif menjelang kontestasi pemilu 2024 mendatang.

"Segera KPU perbaiki, segera proteksi segera cari orang orang terbaik untuk bisa meyakinkan bahwa IT sistemnya itu beres," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, KPU tengah diterpa isu kurang sedap. Situs resmi KPU dilaporkan kembali menjadi korban peretasan oleh hacker dengan nama anonim "Jimbo".

Baca Juga: Mahkamah Konstitusi Memutuskan Tidak Menerima Uji Materi Syarat Caleg DPR dan DPD

Hacker tersebut mengklaim telah meretas situs kpu.go.id dan berhasil mendapatkan data pemilih dari situs tersebut. Jimbo juga menawarkan data yang berhasil dia dapatkan seharga USD 74.000 atau hampir setara Rp 1,2 miliar.

Sebelumnya pada 2022, peretas Bjorka juga mengklaim mendapatkan 105 juta data pemilih dari website KPU. Kali ini akun anonim "Jimbo" tersebut juga membagikan 500 ribu data contoh yang berhasil dia dapatkan pada salah satu postingannya di situs BreachForums yang biasa dipergunakan untuk menjual hasil peretasan.

Tak lupa, situs tersebut menampilkan beberapa beberapa tangkapan layar dari website https://cekdptonline.kpu.go.id/ sebagai verifikasi kebenaran data yang didapatkan.